Cameron menatap Julie dengan tatapan mata yang menakutkan, mata itu tajam dan sangat jelas ada emosi yang tertahan dalam kedua mata Cameron itu. Killian dan Ann mendekat, dan mereka berada di belakang Cameron. Mereka sangat merasa khawatir.
Mulut Killian baru saja terbuka kecil dan ingin bicara mengenai ini, tapi Cameron bicara lebih dulu yang membuat Killian tidak bisa mengatakan apa pun.
“Apa kau sungguh yakin bisa mengobati mereka yang keracunan?”
Julie mengangguk, dia menggenggam tangannya dengan kuat.
“Aku tahu jenis racunnya, kalau aku gagal kau boleh mengeksekusiku, dan jika aku berhasil tolong biarkan aku berada di luar kurungan.”
Julie memohon pada Cameron, tatapan mata mereka sangat dalam.
“Berani sekali kau meminta itu, manusia rendahan!”
Isaac sangat tidak terima dengan apa yang dikatakan oleh Julie, dia meremas tangannya sendiri dan ingin memukul Julie karena Julie mengatakan sesuatu yang sangat tidak masuk akal
Manusia yang mereka culik berani sekali melakukan tawaran seperti itu.
Cameron menyeringai, dia melihat Julie dengan tatapan merendahkan.
“Baiklah, aku akan menerimanya kalau kau memang bisa mengobati mereka.”
“Bagus!” Julie langsung berdiri, dan dia melihat ke arah Ann.
“Aku membutuhkan kekuatan kalian semua yang masih sadar, ini adalah racun dari tanaman bernama Bareloa, tanaman itu memiliki spora yang berwarna putih, pada manusia tidak akan berbahaya, hanya saja pada werewolf ini bisa efektif melumpuhkan saraf mereka, pada lima belas menit mereka, mereka akan hanya lumpuh saja, suhu tubuh mereka menurun dan pada lima belas menit kemudian pembuluh darah mereka akan pecah.”
Julie menjelaskan dengan suara yang sangat besar, dia merasa beruntung karena menghabiskan waktunya di perpustakaan dengan membaca. Dia sangat banyak membaca hingga tanaman langkah yang ada di benua asing yang tidak pernah dia jelajahi ini dia ketahui. Tanaman Bareloa, tidak banyak yang mengetahuinya. Untungnya Julie bisa mengingat cukup baik apa yang dia baca lebih dari sekali.
Jadi, dia tahu tindakan apa yang harus dia lakukan.
“Aku minta kalian membawa air hangat sebanyak-banyaknya, dan siram mereka dengan air hangat itu. Lalu, Ann, tolong kau bawa jarum yang steril dan juga air garam yang telah dicampurkan dengan bubuk teh!”
Julie kembali memberikan perintah dan semua yang ada di sana tertegun dengan apa yang baru saja dikatakan oleh Julie.
“Cepat! Kita berpacu dengan waktu!”
Julie melihat kondisi para werewolf yang berjatuhan, dan dia mengikat tinggi rambut merahnya itu, Killian yang melihat hal itu terdiam, Julie terlihat sangat keren dan dia sulit sekali mengalihkan pandangannya dari Julie.
“Killian! Cepat bantu aku buat tehnya!” Ann berteriak dan menarik Killian dengan sangat erat , yang membuat Killian dengan cepat tersadar dan segera mengikuti Ann.
Mereka semua bekerja sama, para werewolf buang tersiksa itu memanasi air dengan cepat lalu mengukur suhunya agar tidak membakar para werewolf yang sedang sekarat.
Dan werewolf lainnya menyusun para werewolf yang terjatuh agar bisa saling berdekatan, itu bisa mempermudah dirinya untuk melakukan pengobatan, Julie memperhatikan semuanya satu persatu dan dengan sangat khawatir kalau mereka sudah masuk fase kedua.
“Ini air hangatnya!”
Dua werewolf berteriak dengan membawa ember yang cukup besar.
“Siram mereka!”
Julie berteriak dan dia sedang menunggu aksi dari Ann, Ann berlari ke arahnya dan memberikan peralatannya. Ada banyak sekali jarum steril yang disiapkan oleh Ann, dan Julie senang dengan aksi cepat dari Ann dan dia melihat Ann karena dia tahu kalau melakukan ini sendirian maka dia tidak akan bisa menyelamatkan mereka semua.
“Ann, tusuk semua ujung jari mereka menggunakan jarum, dan buat darah keluar dari bekas tusukan jarum itu.”
Ann langsung melakukan apa yang diinginkan Julie, dia bertindak sangat cepat, sedangkan para werewolf pria terus menyiram werewolf lainnya dengan air hangat, mereka benar-benar berpacu dengan waktu. Lalu, Killian datang dengan jumlah teh yang sangat banyak.
“Killian, buat mereka yang telah ditusuk ini meminum teh itu, dan hanya pada yang telah ditusuk jarum saja, dari sana hingga sini, semua werewolf telah kami tusuk jarinya.”
Julie menunjuk agar semuanya menjadi lebih jelas lagi, karena ini tidak bisa dilakukan dengan terbalik.
Killian menganggukan kepalanya, dan dia membuat para werewolf itu meminum teh asin dengan cepat hingga mereka muntah.
“Tidak apa, itu bagus untuk mereka!”
Julie memberi keyakinan pada Killian dan mereka dengan cepat melakukan pertolongan mereka lagi, setelah mereka berperang dengan waktu akhirnya mereka menyelesaikan tugas mereka. Semua werewolf telah mendapatkan pertolongan pertama dan mereka semua masih mengalami tubuh yang lemas. Mereka masih terbaring di atas tanah yang membuat werewolf lainnya khawatir.
“Kenapa mereka belum sadar juga?” Isaac berteriak.
Julie di dalam hatinya juga was-was dengan apa yang akan terjadi, tapi dia menyakinkan dirinya sendiri kalau semua akan baik-baik saja.
“Tunggu sebentar dan kau akan melihatnya.”
Julie masih mengamati dengan khawatir, Ann dan Killian juga khawatir. Apa yang dilakukan Julie ini berkaitan dengan nyawanya sendiri.
Lalu, salah satu dari werewolf yang terbaring itu membuka matanya dan dia duduk dengan perlahan. Kepalanya masih terasa sakit dan dia meremas kepalanya sendiri.
“Ah,” keluhan keluar dari mulutnya dan semua werewolf yang ada di sana langsung mendekatinya.
Mereka terlihat sangat senang sekali, apalagi para werewolf lainnya juga telah sadar, mereka duduk dengan kebingungan di dalam diri mereka.
Para werewolf yang tidak mengalami keracunan dan memiliki orang yang mereka sayangi itu langsung memeluk orang yang mereka sayangi dan. Tangis haru keluar. Mereka begitu bersyukur karena mereka berhasil keluar dari kematian massal yang sangat mengerikan ini.
Julie bernapas lega ketika melihat para werewolf selamat, Jillian melihat itu, dia melihat betapa kelegaan Julie dan betapa tulus dia melakukan hal berbahaya tadi. Julie kenapa bisa berbeda dengan Hugo?
Bahkan sekarang Julie memeluk dirinya sendiri dan menyembunyikan wajahnya di antara tangan yang memeluk kedua lututnya, dia tersenyum lebar di sana karena sadar dengan apa yang baru saja dia lakukan sangat luar biasa. Dia benar-benar merasa berguna kali ini, dia telah mampu menyelamatkan nyawa makhluk lainnya dan tidak hanya itu saja, dia memenangkan pertaruhan akan nyawanya tadi.
Dia bisa hidup di luar, dia bisa menjadi manusia yang lebih bebas. Air mata Julie menetes, tangannya bahkan bergetar karena apa yang terjadi barusan ini.
“Aku berhasil.” Suaranya bergetar, Ann dan Killian mendengar itu. Menimbulkan perasaan aneh pada diri Killian
Sedangkan Ann memeluk tubuh Julie.
“Selamat Julie, kau berhasil, Julie. Kau benar-benar hebat.” Ann senang sekali dengan pencapaian Julie ini, dia senang teman manusia nya ini bisa membuktikan ucapannya tadi.