"Darrell, cepetan dong! Kita udah telat nih!" Ara menarik tangan Darrel sambil berlari menuju pintu apartemen mereka.
"Sabar dong, Sayang. Gue kan baru selesai mandi." Darrel mengusap rambutnya yang masih basah. Mata dinginnya melirik ke arah Ara dengan tatapan penuh kasih sayang yang jarang ditunjukkan ke cewek lain.Yah rencananya hari ini mereka akan pergi ke markas Agros untuk berkumpul,sebenarnya sih Darrel sukanya di rumah sambil rebahan bermanja-manja di atas tubuh Aranya,eh.
"ishh, Darrel sihh mandinya kelamaan Ara aja udah selesai dari tadi siap-siapnya".Ara tu pengen cepet-cepet main disana Darrell!!." Ara cemberut dengan dengan wajah manyun, menatap Darrel dengan tatapan manis yang membuat Darrel tak bisa marah.
"Main apaan sih lo cil,mending main kuda-kudaan aja sama gue di apart"Darrel menjawab dengan wajah malas,omelan Ara yang dar tadi tidak berhenti.
"hah,mainnya gimana Darrel kita kan gak punya kuda?"wajah Ara cengo dengan mata mengerjap polos menatap Darrel.
"Gak perlu pakek kuda,ntar kita mainnya di kasur lo gue naikin,mau gak lo cil??"dengan muka tengil dan alis yang dinaik turunkan mengoda Aranya,tapi yang digoda malah tidak paham dengan yang dilontarkan Darrel.
Ara berpikir sejenak dengan ajakan permainan Darrel,yang cukup nyeleneh aneh menurutnya,ck!polos sekali Ara kesayangan Darrel ini.
"ntar setelah gue naikin,trus gue masukkin lo harus teriak uh ahh uhh ahhh gitu Ra"senyum smirk Darrel terukir melihat Aranya yang bengong berusaha mencerna apa yang dia katakan.
"ihhh Darrel mesummmm,Ara gak like"teriak Ara sambil memukul darrel dengan bantal,alhasil untuk menghentikan aksi Ara,Darrel menarik Ara ke pelukkannya yang hangat. sehangat hatimu,eakk.
"aduh aduh sayang udah dongg,becanda gue elahh.Lagian gue mana pernah berani macem-macem sama lo kelewatan batas kalo kita belum sah sayangg"yah Darrel memang memegang prinsip tidak akan mengambil kesempatan melakukan hal lebih pada Ara jika mereka belum sah,yah walupun kadang suka ngambil kesempatan dikit sih,ingat ya guys cuman dikit.
melepas pelukkanya di tubuh Darrel "yaudah ayuk Darrel kita ke markas"rengek Ara dengan manja.
"Oke, oke. Yuk, jalan." Darrel menggandeng tangan Ara, mereka pun keluar apartemen dan menuju markas tempat berkumpul geng Agros.
Setelah menempuh waktu 15 menit menuju markas akhirnya Darrel dan Ara sampai di markas langsung menuju sofa dan mendudukan dirinya dan Ara di sofa tanpa jarak sedikit pun,dan langsung disambut dengan rentetan pertanyaan dari para sahabatnya.
"Eh, Darrel! Lama amat lu, habis ngapain dulu hayooo?" Morgan menggoda sambil menaik turunkan alisnya.
"Habis unboxing"Darrel mendengus,dan menjawab asal godaan Morgan.
"buset, my Ara udah gak polos lagi dong?kempatan gue pupus buat dapetin Ara bocil,tega banget lo rel kit ati gue dengernya."Drama Rangga dengan tampang sok sedihnya yang memang terlihat menyedihkan.Mendengar perkataan Rangga sontak Darrel langsung melayangkan tatapan tajamnya pada Rangganyang membuat Nyali Rangga ciut seketika.
"Gue bunuh lo ga"
"bunuh aja bos bunuh,sebelum dia rebut Ara lo"kompor Morgan
"Canda Rell,jangan bunuh gue dong gue belum sempat ngerasain nikah boss"Rangga memasang tampang sedih dan sok imutnya.
"ck!ck! drama banget lo njir"ujar Amar.Ara yang menjadi topik pembicaraan hanya duduk anteng berada dipelukkan Darrel yang memelukknya posesife dan sesekali mencium puncak kepala Aranya.
"ekhem"Canva berdehem menandakan agar berhenti berdebat
"Ada anggota kita tadi si Leon dikeroyok sama geng Vandos sampe babak belur, pas dia lagi di jalan sendiri,gue rasa mereka gak jera walupun udah sering kalah sama kita ".jelas Canva
"kayaknya kita harus lebih waspada lagi biar kejadian gini gak terjadi kedepannya"Ujar Vano
"saran gue sih mending kalo kemana-mana yang lewatnya jalan sepi,mending jangan sendiri.kita tau sendiri gilanya anak-anak Vandos.Saran Amar
Darrel menyimak apa yang disampaikan anggotanya sambil memainkan memilin rambut Aranya yang anteng sedang bermain game di ponsel Darrel.
"Kita liat aja pergerakan mereka dulu,kalo mereka udah kelewatan baru kita serang habis" Darrel menjawab dengan suara dingin dan tatapanya yang tajam.
Suasana terasa senyap setelah pembahasan serius mereka,Ara yang merasa bosan pun meletakkan hp Darrel di meja dan melepaskan pelukkan Darrel.
"Ara bosen bangett ih,gak ada yang mau ngajak Ara main apa??"kesal Ara dengan wajah cemberutnya yang terlihat manis dan imut dimata mereka.Mendengar keluhan Ara sontak Amar pun buka suara.
"main ML aja yuk Ra mabar kita"dengan binar mata yang antusias Amar mengajak Ara.
"gak mau,Ara lagi gak mau main ML"
"gimana kalo kita bikin t****k yang goyang viral itu loh"saran Ara dengan mata berbinar membayangkan vidionya akan fyp.
"wah boleh tu cill,yuk bikin yuk"Amar,Ara,Rangga bahkan Vano sibuk membantu mencari angel yang pass untuk direkam,tanpa mereka sadari sedang di tatap tajam oleh singa lapar.
Darrel beranjak dari duduknya meghampiri Aranya yang nampak bersemangat menghapal gerakannya,menatap Ara dengan tatapan geram.
"Araaa gak usah centill lo tebar pesona depan kamera gitu!! geram sekali Darrel melihat gadisnya yang berjoget ria di depan kamera,gimana kalo banyak yang terpesona sama bocilnya.Arggh, gadisnya benar-benar semakin nakal.
"Bodo amat, Ara suka"jawab Ara cuek dengan wajah songongnya.
"oh mulai ngelawan lo ya, gue hukum lo Ra"tampa basa basi Darrel memanggul Ara seperti karung beras, tidak memperdulikan Ara yang berteriak heboh dan memukul-mukul punggungnya kesal.
"mampus tuh si Ara bisa habis sama si boss"ujar Rangga
"lu sih mau-mau aja Mar di ajak goyang-goyang tik tok sama si bocil, jadi di hukum kan itu si bocil. Udah tau pawangnya posesif akut"kesal Vano pada para sahabat nya itu.
"lah lu juga ikutan nyett!!"sahut Amar kesal, enak saja dirinya disalahkan sendirian padahalkan mereka semua juga ikutan, ralat kecuali Canva si es batu tentunya.
Sedangkan di kamar markas terdapat dua pasang kekasih yang sedang berpelukkan dengan posisi si cewek dibawah dan si cowok di atas tubuh si cewek, kepala si cowk diletakkan di atas d**a gadisnya. siapa lagi mereka selain Darrel si bucin dan Aranya. Setelah selesai sesi menghukum Aranya, Darrel pun kembali ke mode manjanya bak bayi dugong.
"Sayanggg, elusin kepala gue" renggek Darrel manja sambil mengoyang-goyangkan tubuh keduanya ke kanan dan ke kiri, Ara pun menuruti permintaan bayi gedenya itu.
"Ciumm gue juga Ra, semua muka gue"pinta nya lagi, mendongak metap Ara dengan bibir manyum lima senti yang terlihat imut, Ara yang melihat Darrel yang manja terkikik kecil dibuatnya.
"Awww, bayinya Ara manja banget cih!! Ara kan jadi emes pengen cekik"jawab Ara dengan polosnya
"ckk! kebanyakan diajarin sesat lu sama si Amar, makin jadi gini"dengus Darrel
"udah cepetan Araa cium guee!!"rengek Darrel lagi.
Ara dengan senyum mengembang mendekatkan wajahnya pada wajah Darrel, lalu mengecup seluruh wajah pacar manja nya itu.
cup, cup, cup
Terakhit bibir Darrel, DArrel tidak menyia-nyiakan kesempatan emas itu untuk mengemut bibir mungil pink dan manis itu. Membuat Ara yang kehabisan nafas menarik bibirnya dar si m***m Darrel.
"hugh, Ara mau kehabisan nafas ih Darrel"Ara sangat kesal pada kekasihnya itu yang jika sudah mencium bibirnya tidak bisa sebentar.
"manis sayang gue suka" senyum lebar Darrel mengembang melihat bibir Aranya yang bengkak akibat perbuatanya itu. Ara mencebik kesal dengan kelakuan kekasihnya.
"cup,cup,cup,cup, Darrel mengecup berkali-kali pipi dan jidat Ara dengan sayang, gemas melihat gadisnya yang begitu polos.
"Love you Aranya Darrel"