Aksara memuat novel & drama bertema dewasa (romansa, kekerasan). Dengan lanjut, kamu menyatakan berusia 17 tahun atau lebih.

oleh Andin Widodo
Kita sering mendengar sebuah ungkapan tentang “Jodoh itu cerminan diri”. Bahkan di dalam Al-Qur’an, kitab suci orang muslim dikatakan bahwa, lelaki yang baik akan mendapatkan wanita yang baik. Dan lelaki yang buruk akan mendapatkan wanita yang buruk. Lantas mengapa sewaktu Pak Bram datang melamar Kintan untuk Vian, di saat itu Kintan meminta waktu untuk beristiqharah terlebih dahulu. Dan jawabannya ia menerima Vian sebagai suaminya. Padahal seharusnya, jika dipikirkan kembali, jodoh yang terbaik dan harusnya cocok untuk Kintan adalah Ustadz Ghani. Lalu, mengapa Kintan yang Sholeha harus menikah dengan Vian yang bahkan attitudenya saja tak bagus, apalagi agamanya. Sholat tak mau, baca Qur’an tak bisa. Apakah ada yang salah dengan Kintan sehingga berjodoh dengan lelaki seperti Vian? Jawabannya tidak. Pada kenyataannya, semua bisa berubah. Selama masih ada umur dan kesempatan, setiap manusia pasti bisa berubah. Menjadi lebih baik ataupun buruk, semua pilihan ada pada setiap individu. Perubahan Vian juga terjadi, karena doa-doa tulus dari sang istri dan yang terpenting adalah, ada Allah yang berperan sebagai pengendali hati. Allah yang maha membolak-balikkan hati manusia. Kemudian setelah cinta itu hadir dan bersemi, menumbuhkan rasa untuk pasangan halal mereka. Sehingga hadirlah cinta yang halal. Dan menikmati masa Pacaran Setelah Menikah.ic_default
Karena kamu suka Pernikahan, mungkin kamu suka ini juga:
Pernikahan