“Oke guys, gue hari ini makan bareng jono dan aji” kata agus dengan logat khas orang jawa sambil live streaming toktok.
“Agus… gus.. makin edan nih anak” kata jono yang sedang geleng - geleng kepala melihat kelakuan temannya yang makin narsis di depan kamera.
“Gus, itu ganteng juga yang disamping loe” teriak salah satu cewek yang ada di live streaming agus.
“Oalah, ini namanya aji. Ganteng kan. Tapi ya gantengan aku” jawab agus narsis.
“Tapi gedean belutku dari pada agus. Haha” sambung jono yang berpindah ke belakang agus dan aji.
Semua orang di live toktok tertawa. Lalu jono dan agus pun bercanda dengan beberapa orang di live itu.
“Guys, gue ke toilet dulu. Nih ngomong sama jono dan aji dulu ya” kata agus.
“Host, namanya siapa?” Tanya jono pada wanita yang menjadi pemilik room live tersebut.
“Ooh, iya. Nama gue asya. Loe siapa tadi namanya? Gue suka lupa nama orang haha” jawab asya.
“Gue jono dan ini aji. Loe tinggal dimana sya?” Kata jono.
“Gue tinggal di bandung jon” jawab asya
Aji hanya diam dan hanya sesekali menyapa orang - orang yang ada di live itu. Dia memperhatikan wajah wanita yang bernama asya.
Bibir merah, alis yang tebal dan panjang, matanya cokelat terang, serta rambut ikalnya adalah pemandangan yang indah dimata aji.
Terbayang mencium leher jenjang asya dengan lembut serta menggigit telinganya. Meremas kedua gunung kembarnya perlahan dan memutar kedua jari di p****g merah muda milik asya.
Tangan kanan aji merayap perlahan di antara belahan pahanya. Kemudian jari tengahnya menyelinap ke goa kenikmatan asya. Lalu, aji menatap kedua mata asya dan…..
“Oy, ngelamun si aji” teriak agus menepuk pundak aji.
Tersadar dari lamunannya, aji menyadari asya sedang membaca komen live dan mengobrol dengan jono di sebelahnya.
“Cantiknya” gumam aji melihat asya yang sedang tertawa.
Namun aji hanya diam dan kembali mendengarkan perbincangan agus, jono dan asya di live toktok.
****
Esok harinya,
“Ooooh…..iya jilat terus. Nik…maaat” racau nina.
Slurp slurp slup
“Keluarin dong sayang, bentar lagi jam makan siang abis” kata agus dengan nada yang tidak jelas.
“A…ku… keluaaar…akhhhh…..” teriak nina manja.
Clek, pintu ruangan terbuka.
Aji tampak berdiri dan menatap mereka dingin. Lalu berjalan ke arah agus.
“Gue tunggu laporan loe sebelum jam 12 siang ini” kata aji pelan namun tegas.
“Aaanu ji. Gue gak ada maksud ngelakuin ini di kantor” jawab agus gagap dan panik.
Nina menunduk dan pergi meninggalkan mereka berdua.
Ternyata aji adalah manager departemen tempat jono dan agus bekerja. Dan agus berpacaran dengan nina sekertaris aji.
“Gus, cewek yang di live loe kemarin. Hm, apa nama toktoknya?” Tanya aji pelan.
“Oh, asya. Sini gue kasih tau” jawab agus cepat dan mengalihkan perhatian aji ke hp nya.
Agus pun memberikan id toktok asya. Lalu aji pun mengikuti toktoknya.
****
Hari demi hari aji sering melihat postingan video asya di toktok. Hingga pada suatu malam, aji sangat kesepian dan tidak dapat tidur. Dia membuka toktok dan melihat asya sedang live streaming.
Namun tanpa dia duga, asya mengundangnya bergabung di live tersebut.
“Haaaai… eh siapa namanya. Temen agus yang waktu itu kan?” Sapa asya dengan riang
“Iya, gue aji. Salam kenal sya” jawab aji. Namun tiba - tiba…
Tok tok tok, clek.
Suara pintu terbuka pelan.
Tampak hana datang dari arah pintu dengan memakai lingerie merah yang seksi. Lalu perlahan mendekati aji, meraba pundak dan mencium pipi aji.
Aji pun memutuskan koneksi interaksi dari room live toktok asya. Namun dia tetap bisa menonton dari luar room live asya.
Hana duduk di paha aji dan membuka jubah tidur transparan miliknya. Lalu mendekatkan mulut aji ke gunung kembarnya.
“Hemmmph….” Desah hana, sambil membuka celana aji.
Kloop.
Tombak besar aji yang menegang masuk ke goa milik hana dengan cepat. Hana pun dengan sigap bergerak naik dan turun di atas pangkuan aji.
“Oohhh…aaahhh…gue kangen sama loe ji” racau hana dan kemudian mencium bibir aji penuh nafsu.
Namun mata aji justru tertuju pada live streaming toktok asya di balik tubuh hana yang sedang bergoyang di atasnya. Dan membayangkan, wanita yang di atasnya adalah asya bukan hana.
Mereka bergulat panas hingga larut malam dan tertidur lemas.
****
Ping
“Asya sedang siaran langsung” notif toktok di hp aji.
Aji pun langsung bergabung di live streaming asya.
“Hai sya, tumben live jam segini?” Tanya aji.
“Iya nih ji, soalnya hari ini gue mau survey tempat kerja yang baru. Soalnya kantor gue pindah bulan depan” jawab asya
“Oh, emang loe kerja apa sya?” Tanya aji.
“Jagain anak ayam ji. Hahaha” asya tertawa terbahak - bahak.
“Anak ayam?” Kata aji bingung.
Asya pun tertawa makin keras melihat wajah aji yang tampak bingung. Aji pun tersenyum melihat tingkah asya yang lucu dan jahil.
“Asyaaa…mabar yuk” teriak agus. Tiba - tiba saja sudah ada di belakang aji.
“Eh agus, ayo gus. Gue berhenti live streaming dulu ya” jawab asya semangat.
“Ji, ayo ikut mabar. Gue telp bertiga ya” ajak agus.
Aji yang tidak pandai bermain game pun bingung. Tapi itu kesempatan untuk mendapatkan nomor w******p asya.
Tuuuuuut
suara menyambungkan telp terdengar.
“Halo” suara merdu terdengar di telp.
Ya itu suara asya. Kemudian agus dan aji pun mulai bermain game dengan asya.
“Aji, loe ga bisa main game ya?” Tanya asya lembut.
“Oh iya sya, ini si agus yang maksa buat ikutan” jawab aji.
“Eh ji, gue kayanya harus cabut. Si nina telp mulu nih. Sya gue cabut duluan ya. Loe lanjut mabar aja sama aji. Daah” kata agus, lalu mematikan telp dan pergi meninggalkan aji.
Aji dan asya pun kini hanya telp berdua saja. Mereka melanjutkan main game bersama. Telp tersebut terus berlanjut hingga aji pulang kerumah.
Mereka berbincang dan mengenal satu sama lain lebih jauh. Aji sangat menikmati kata demi kata yang keluar dari mulut asya.
“Sya, kamu gak ngantuk?” Suara aji terdengar berat dan seksi.
“Emm, engga kok ji. Kenapa? Kamu mau tidur?” Jawab asya sedikit mendesah mendengar suara aji yang menggairahkan.
“Sya…” desah aji pelan memanggil nama asya sambil mengusap tombak tumpul yang makin mengeras.
“Emmmph…” desah asya makin terhanyut dengan suara aji.
Mereka pun saling memainkan tombak dan goa nikmat mereka sambil mendengarkan suara satu sama lain di telp.
“Aku pengen belai rambut kamu, pipi kamu, merangkul pinggang kamu dan peluk erat kamu” kata aji pelan.
Asya mendengarkan dan membayangkan setiap kata yang keluar dari mulut aji. Dia seperti terhipnotis dengan suara aji yang menggairahkan.
“Aku cium pelan bibir kamu dan usap pipi lembut kamu. Tangan kananku mulai meraba paha dan goa basah kamu” tambah aji.
“Ku masukan satu jari tengah dan hentakkan ke dalam goa basah nikmat kamu” lanjut aji.
“Hemmmpph” asya hanya bisa mendesah dan mengikuti alur kalimat aji.
“Aku gesekkan tombak tumpul milikku di atas goa basah kamu. Aaaaahhh…. Lalu ku masukan ke dalam goa kamu” racau aji.
“Aaah….ooohhh…aaah ji. Terusin, yang cepat ji….aaaaaaahh…keluuuuaar” teriak asya dan menegangkan kakinya.
Aji pun terdiam dan mendengarkan nafas berat asya di telp. Ini pertama kalinya dia melakukan phone s*ks dengan wanita yang bahkan belum pernah dia temui.
“Kok aku bisa keluar ya? Padahal kita gak ketemu loh” kata asya keheranan.
“Hahaha…aku juga gak tau. Tapi tadi itu kaya beneran” jawab aji senang.
“Hem, ji… pacaran yuk” kata asya cepat
Kalimat asya membuat aji terdiam sejenak. Perasaan kaget, bingung, dan malu mendengar perkataan itu dari wanita yang dia kagumi.
“Hahaha. Gak usah panik ji. Aku cuma bercanda kok” gurau asya ketika merasa aji terdiam setelah mendengar perkataannya.
“Kamu jahil banget sih sya. Oh iya udah malam. Kamu tidur sana, jangan bergadang terus” perintah aji.
“Iya, aku juga udah lemes banget abis keluar. Tidur duluan ya. Bye” jawab asya.
Telp pun mati lalu aji memeluk hpnya dengan kedua tangan.
Lalu aji bergumam “perasaan apa ini?”
****
Gimana kelanjutan aji dan asya ya. Tungguin update besok ya malam guys.