Pagi hari ini sangat cerah, semoga dengan keindahan hari ini aku akan memperoleh kebahagiaan juga hari ini. Setiap orang memiliki keinginan dan harapan yang berbeda-beda, termasuk aku. aku sangat ingin masuk kuliah diluar negeri namun hal itu sangat mustahil mengingat nilai aku yang sangat minim ditambah aku selalu peringkat terakhir sendiri. itu sangat mustahil bukan jika aku bisa kuliah diluar negeri. Tapi walau begitu aku masih berharap aku bisa mewujudkan mimpi ku.
Hari ini hari minggu aku sudah janjian sama temen aku Gea dan Sasa mau ke mall dan bioskop untuk refreshing, biar otak nggak sumpek. Gea dan sasa akan datang menjemput aku, rumah aku yang paling dekat menuju mall makannya mereka menjemput aku dirumah. Aku udah menunggu mereka hampir 2 jam, aku udah telfon mereka katanya Otw tapi nyatanya sampai sekarang nggak nongol-nongol juga batang hidung mereka. kalian tau nggak si tipe-tipe temen laknat yang bilang otw, pertama bilang otw tapi baru bangun tidur, kedua bilang otw tapi baru selesai mandi, ketiga bilang otw masih dandan, dan yang paling ngeselin menurut aku bilang otw tapi masih lagi sarapan dengan santainya padahal kita yang nunggu dia udah kelaparan kaya udah mau mati. itu lah tipe-tipe temen laknat yang bilang otw heheh.
Setelah 2,5 jam menunggu akhirnya kelihatan juga mereka, tanpa ada rasa bersalah mereka langsung menghampiri aku dan cuma bilang"ayo Wi berangkat nanti telat", gue dalam hati berkata, untung gue punya hati dan kesabaran seluas samudra, coba kalo nggak udah gue beri mereka.Kita bertiga langsung berangkat menuju mall. Tanpa basa-basi Gea langsung memesan taxi menuju mall.
Suasana mall dihari minggu sangat ramai, banyak pemuda-pemudi,anak-anak, orang tua yang berlalu lalang di mall. Maklumlah hari weekend memang selalu ramai. Kita bertiga langsung menuju bioskop mau nonton film horor yang lagi trend sekarang ini. Sasa langsung memesan tiket untuk bertiga sedangkan aku dan gea beli popcron dan drink buat nonton nanti didalam. Setelah membeli tiket kita langsung masuk ke dalam bioskop karena sebentar lagi akan dimulai.
"Sa nih popcron loe" ucap Dewi sambil memberikan popcronnya ke Sasa.
"Oh ya maksih ya Wi" langsung mengambil popcronya dan langsung fokus kelayar bioskop yang sebentar lagi filmnya akan dimulai.
Film diputar selama kurang lebih satu setengah jam, filmnya bagus parah si nggak nyesel pokoknya. Gue dan temen-temen gue langsung keluar dari bioskop mau beli makan soalnya kita semua udah kelaperan, dari rumah belum makan soalnya. ketika lagi jalan tiba-tiba ada yang manggil dan ternyata yang manggil pangeran Jam.
"Dewi" panggil pangeran jam sambil menuju kearah dewi dan teman-temannya.
"eh Kak Faris, lagi ngapain kak disini" tanya aku basa-basi, dan sebenernya aku bingung mau tanya apa dan gugup banget kalo deket sama pangeran jam
" Lagi jalan-jalan aja sama temen-temen, kenalin ini Raka dan ini, Dion"
"Hai kak Raka, kak Dion kenalin ini temen-temen aku ini Gea, dan ini Sasa"
"Hello"sapa temen-temen aku dengan nada yang agak centilke teman kak Faris, biasa kalo ada cowok ganteng pasti temen-temen gue akan beraksi.
"Kalian mau kemana sekarang?" ucap kak Faris dengan menatap Dewi
Dengan ragu-ragu dan canggung aku menjawab pertanyaan kak Faris,"Emmm... mau cari makan si kak"
"Bareng kita aja kalo gitu, kita juga mau cari makan, kalo makin rame kan makin asik" ucap kak Fais dengan wajah yang sangan tampan dan gaya santainya
Gue yang mendengar ajakan itu rasanya seperti mau terbang keangkasa nggak nyangka banget diajak makan bareng sama kak Fais bareng temen-temennya lagi. Aku masih ngalamun dan belum menjawab ajakannya. Sedangkan temen aku langsung menerima ajakan tersebut.
Tampa basa-basi Gea langsung menerima tawaran tersebut" boleh banget tuh pasti bakal seru banget"
Kak Fais tersenyum mendengar jawaban Gea, dan menatap aku dengan tatapan yang sulit diartikan. Baru pertama kali aku melihat senyuman pangeran jam, senyumannya sungguh membuat hati meleleh nggak ada obat manisnya kebangetan, pantesan gula dirumah aku cepet habis ternyata dibawa sama kak Fais dengan senyumnya.
Akhirnya kami semua makan bersama di salah satu restoran seafood yang cukup terkenal. Sebenernya aku agak was-was takut harganya mahal dan aku nggak sanggup bayar. Aku cuma bawa uang pas-pas an, dan tinggal lima puluh ribu yang ada ditangan aku. Tapi mau pergi juga nggak enak sama temen-temen yang lain.
Pelayan datang menghampiri kami dan memberikan buku menu kemeja kami. Aku membuka buku menu terebut dan betapa terkejutnya daftar harga yang ada direstoran ini tidak ada yang dibwah seratus ribu, aku bingung mau pesan apa akhirnya aku hanya memesan satu minuman saja. "saya pesan lemon tea aja kak"
kak Fais menatap aku." kok cuma pesen minum aja Wi?"
Mendengar pertanyaan itu aku bingung mau jawab apa" emm...nggak papa kak, aku udah kenyang heheh"
"katanya tadi lapar Wi, atau kamu nggak suka makanan seafood, kalo kamu nggak suka kita pindah aja"
"ehh,,nggak gitu kak, sebenernya uang aku nggak cukup buat pesen makanan disini", aku mengucapkan itu dengan perasaan yang sangat malu. gimana nggak malu didepan pangeran jam aku kelihatan banget nggak mampunya makan direstoran mahal. Temen-temen aku dan kak Fais hanya menahan ketawa mendengar ucapan aku.
Dengan tersenyum kak fais berkata,"Tenang aja Wi nanti aku yang bayarin kamu, kamu pesen aja yang kau mau"
"Nggak usah repot-repot kak, aku udah kenyang kok" aku menolak tawarannya karena merasa sangat merepotkannya, dan aku nggak enak jika harus merepotkan pangeran jam ku selalu
"kalo gitu aku yang mesenin kamu, dan harus dihabisin makanannya ya"
"kak tap..."
"Nggak ada tapi-tapian" Kak fais memesanka makanan untuk aku dan temen-temen aku yang melihat perhatian kak Fais kepadaku mereka tertegun dan selalu memperhatikan aku.
Sasa mencubit lengan aku, dan berbisik ditelinga ku"Gila Kak Fais care banget sama kamu"
Aku pun saltig dan wajahku memerah mendengar perkataan temenku"Apaan sih, kan emang baik hati dia", jawabku
Akhirnya pesanan kami datang semua, kami pun makan bersama sambil bercerita ria, dan yang membayar makanan kami semua adalah Kak Fais. Tanpa basa-basi dia ngeluarin kartu debetnya dan bayarin kita semua. Aku nggak nyangka banget bisa mendapat moment seperti ini dihidupku. Pangeran Jam bener-bener anak sultan yang baik hati banget. Setelah selesai makan dan membayar makananya kami semua pulang kerumah masing-masing. Dan nggak lupa aku dan temen-temen aku ngucapin terimakasih ke pangeran jam, karena udah traktir kita semua. Moment hari ini nggak bakal terlupakan dalam hidupku.