Sore telah berlalu, Paula datang ke rumah Winter. Paula kembali bersikap seperti seorang sahabat yang penuh perhatian atas apa yang telah menimpa Winter.
Di depan semua orang Paula bisa dengan mudahnya bersikap sangat peduli dan khawatir karena Winter yang telah mendapatkan perundungan. Namun pada kenyataannya, Paula tidak khawatir apalagi peduli. Justru sebaliknya, Paula merasa sangat kacau tidak terkendali karena niatnya untuk mempermalukan dan menyiksa mental Winter tidak berhasil.
Diam-diam, sesungguhnya Paula cukup merasa kacau karena rencananya tidak berjalan dengan baik.
Paula merasa tersiksa bila melihat Winter baik-baik saja. Paula baru akan bahagia bila melihat Winter sengasara.
Kesengsaraan Winter adalah sumber kebahagiaan untuk Paula.
Saat Paula datang ke kamar Winter, Wi