Winter diam terpaku di ranjangnya sejak satu jam yang lalu, tangan Winter terangkat melihat tangannya yang kini memiliki ruam merah karena alergi, Winter masih bisa merasakan sisa-sisa sesak napas yang dia rasakan sebelum terjatuh pingsan.
Tubuh Winter terasa sakit dan tidak bertenaga, kepalanya terasa masih sedikit pusing. Rupanya alergi dari pistachio yang dia makan memiliki efek yang sangat besar padahal Winter hanya memakan beberapa kue saja.
Jiwa Kimberly benar-benar tidak percaya jika Winter Benjamin memiliki alergi juga. Betapa merepotkannya hidup seorang Winter Benjamin, segala hal nestapa seakan melekan di seluruh tubuhnya.
Sudut bibir Winter tarangkat membentuk senyuman menyedihkan memikirkan jika Winter Benjamin alergi beberapa kacang.
Lebih tidak dapat di percaya lagi adal