Kerlap kerlip lampu diskotik dengan musik yang memecah gendang telinga, tidak mempan menahan hasrat Faruq untuk berhenti minum, malah minuman setan tersebut menambah Faruq untuk terus dan terus meminumnya.
Bartender yang seorang wanita sampai kelelahan menuruti kemauan Faruq, sudah habis berapa botol. Dan jangan salah minuman yang diminum bukan arak atau anggur merah tapi minuman import yang terkenal mahal jack daniel dan Diva vodka. Bagi Faruq tidak masalah, berapapun tagihannya ia sangat mampu membayarnya. Mengingat bokap Faruq adalah raja tambang batu bara, satu bulan saja omsetnya bermilyar milyar, tinggal gesek beres.
Mata Faruq sudah kelelahan, samar - samar ia melihat seorang wanita duduk di pojok sofa. Ia kucek - kucek matanya seperti mengenal sosok tersebut. Tapi untuk apa wanita tersebut mendatangi tempat maksiat ini, bukannya dia seorang yang alim. Daripada heran sendirian, faruq mendatangi wanita tersebut.
"Anggi, ngapain kamu kesini?" Tanya Faruq
Wanita yang disapa Faruq kaget, kedatangannya ke tempat tersebut ada yang mengetahuinya.
"Faruq, kamu kok disini" Anggi balik bertanya.
Tanpa banyak basa basi, Faruq duduk di sebelah Anggi, bagi Faruq hanya orang b***t saja yang datang ke diskotik. Kalau orang alim datang ke masjid.
"Sudah..sudah kita sama sama tahu kesini tujuannya apa, tidak usah dibahas?" kata Farus menegaskan.
"Jilbabmu saja sudah kau lepas, sekarang malah kamu berpakaian super seksi" kata Faruq lagi. Rupanya minuman keras telah merusak akal sehatnya, dia semakin berani memeluk Anggi. Matanya juga melotot ke paha mulus Anggi yang hanya memakai rok span.
Anggi diam saja menerima perlakuan demikian dari Faruq, ia sendiri juga sama bejatnya. Walau bapaknya seorang pejabat terhormat, Anggi mempunyai kebiasaan dugem. Hanya hari ini ia sial bertemu dengan Faruq teman satu kampusnya.
Faruq dan Anggi teman satu kampus. Yang berbeda adalah kalau kenakalan Faruq sudah jelas, tapi Anggi terkenal diam dan alim, mungkin untuk menutupi nama baik bapaknya betul - betul munafik.
Ketika Faruq mengatakan demikian, Anggi menyeringai bahkan dengan santainya dia bilang.
"Ayo temani aku minum" katanya sambil memanggil waiter diskotik.
Waiter mendatangi mereka berdua kemudian setelah diberitahu orderannya apa, waiter buru - buru ke Bar menyuruh bartender untuk menyiapkan 3 botol jack daniels dan 2 gelas. Sekarang terpampang di depan Faruq dan Anggi minuman keras yang siap diteguk untuk menikmati malam yang singkat ini.
Keduanya tertawa lepas, mereka sudah berubah bukan lagi sebagai manusia tapi mereka sebagai dua setan yang saling merajuk dan menuntut kesenangan - kesenangan semu. Sehingga semakin malam keduanya semakin liar, mereka sudah teler.
"Faruq, diatas diskotik ada kamar untuk bersenang - senang" bisik Anggi.
Faruq kaget mendapat bisikan tersebut, senakal - nakalnya dia, Faruq tidak pernah berzina.
"Tidak anggi, aku tidak pernah melakukan itu" tolaknya.
"Ah kamu cemen, kalau nakal jangan setengah - setengah" ejek Anggi
Sebagai lelaki yang mempunyai ego tinggi, pantang bagi Faruq diremehkan.
Sehingga tanpa bicara, ia tarik tubuh Anggi mendekat ke tubuhnya.
"Kamu sudah mengejekku, sekarang ayo aku buktikan" katanya.
Faruq terjebak dengan godaan Anggi, seorang wanita yang memang lihai memainkan perasaan. Senyum Anggi penuh kemenangan.
Maka naiklah dua makhluk berlainan jenis ke kamar atas, sambil sempoyongan karena mabuk berat mereka pergi untuk menuntaskan ego dan nafsunya masing - masing.