Suatu hari... di wilayah Daxia sekitar pesisir kota Yan Jing.
Di Penjara Nomor 0.
Di sini terkurung para penjahat paling menakutkan di seluruh dunia.
Setiap kali salah satu dari mereka melarikan diri, dampak yang ditimbulkan setara dengan guncangan gempa bumi.
Di antara mereka terdapat bekas orang orang yang pernah menguasai segalanya.
Ada taipan terkaya yang mampu menggoyahkan negara, ada mantan Sang Dewa Perang yang telah jatuh, ada Peretas Ulung (Dewa Hacker), ada Sang Dewa Medis Pembunuh, ada Ahli Seni Ghoib yang bisa memelihara hantu, serta Para Praktisi yang gagal dalam tahap transformasi…
Namun hari ini, suasana penjara yang biasanya riuh dan bising, tampak terasa sunyi.
Para penjahat kelas satu yang pernah membuat dunia ketakutan..
Di bawah terik sinar matahari, satu per satu berkumpul di alun-alun, mengantar kepergian seorang pemuda.
Pemuda itu bernama Ye Feng.
Ia telah terkurung di penjara selama lima tahun. Hari ini adalah hari kebebasannya.
Ia akan menjadi orang pertama yang keluar dari penjara ini sejak penjara ini di dirikan.
“Ye Feng, ilmu pengobatan yang kuajarkan padamu hanya boleh digunakan untuk membunuh, bukan untuk menyelamatkan atau mengobati orang sakit. Ingat itu baik-baik!”
“Ye Feng, putriku yang berada di luar penjara... aku titipkan padamu!"
"Kau bahkan boleh menikahinya atas namaku!”
"Katakan saja padanya aku yang memintanya untuk menikah denganmu."
“Ingat Ye Feng, Belati yang kuberikan padamu harus selalu berlumuran darah!"
"Rawat belati itu baik-baik!"
"Ketika nanti aku berhasil melarikan diri dan keluar dari penjara ini, aku akan mengambilnya kembali darimu!”
“Ye Feng, setelah kau keluar.. jangan pernah kembali kesini tanpa menyebabkan beberapa skandal atau masalah yang menggemparkan dunia!"
"Sudah lima tahun kami semua melatihmu dengan pengetahuan dan kemampuan yang kami miliki."
"Kami tidak ingin mendengar kamu menjadi seorang pecundang di luar sana!”
Para narapidana saling berdesakan, mereka antri untuk memberikan nasihat terakhir kepada Ye Feng.
Mereka ingin agar ia menggegerkan dunia luar, agar tidak sia-sia pelatihan yang telah mereka berikan.
“Cukup!"
"Cepat.... biarkan bocah kecil itu segera pergi!"
"Melihatnya saja sudah membuatku jengkel!”
Tiba-tiba, dari sudut alun-alun, seorang lelaki tua yang tampak lesu duduk dengan sebuah guci arak di tangannya.
Ia menenggak minuman tersebut, lalu dengan nada dingin ia berkata.
“Ye Feng, setelah kau keluar dari penjara ini, hubungan kita akan berakhir di sini."
"Pilihlah salah satu sisi..."
"Mau berbuat baik atau berbuat jahat, itu akan menjadi urusanmu sendiri."
"Namun ada satu hal yang pasti…!”
“Jika kau tertangkap lagi, aku akan mengoyak tubuhmu menjadi delapan bagian dan memberi makan anjing!”
Begitu lelaki tua itu berbicara, seluruh narapidana di sekitarnya segera menutup mulut, seolah mengerti pesan yang disampaikan.
Hanya Ye Feng yang tersenyum kepada sang lelaki tua dan berkata, “Jangan khawatir, Tuan Chu Lao, saya tidak akan mengecewakan kalian semua dan kembali lagi ke penjara busuk ini.”
Lelaki tua itu bersandar di dinding, kembali menikmati araknya seorang diri, dan tidak lagi berkata-kata.
Bagi mereka yang dijatuhi hukuman seumur hidup, kenyataan bahwa Ye Feng tidak akan kembali adalah hadiah terbesar bagi mereka.
Segera setelah itu, Ye Feng menatap para narapidana lainnya, melangkah mundur sedikit, dan membungkukkan badan dalam-dalam.
“Master masterku..... selamat tinggal...!”
"Jaga diri kalian baik baik..."
Begitu kata-kata itu terucap, suasana di tempat itu hening seketika.
Bahkan tangan sang Chu Lao yang duduk di sudut tidak bisa menahan sedikit getaran, hingga minuman itu tumpah ke tanah.
Semua orang memandang Ye Feng dengan tatapan tak percaya, karena inilah pertama kalinya selama lima tahun ia menggunakan panggilan "guru."
Untuk para penjahat yang kejam ini, Ye Feng pernah merasakan ketakutan, di benci, bahkan pernah melawan.
Namun tidak pernah memanggil mereka dengan sebutan "guru."
Saat ini, di dalam hati Ye Feng, hanya ada rasa syukur.
Bagaimanapun juga, merekalah yang telah mengubah dirinya, memberinya kesempatan untuk hidup kembali dan merubahnya menjadi sosok yang baru.
Tanpa kemurahan hati mereka, selama lima tahun ini, ia pasti sudah mati mengenaskan di dalam penjara, memenuhi keinginan sang ibu tiri.
Ye Feng adalah sosok yang sangat menjunjung tinggi perasaan dan kesetiaan, dan di saat perpisahan ini, ia mengakui keberadaan 108 "guru" yang ada di hadapannya.
“Saya pergi sekarang!”
"Sayonaraa...."
Ye Feng melambaikan tangan, mengangkat barang bawaannya yang sederhana, dan pergi meninggalkan penjara tanpa menoleh kembali.
Sang lelaki tua memandang punggung Ye Feng yang menjauh, meneguk arak sekali lagi, dan tertawa ke langit, “Pergilah, jadilah angin, jadilah angin yang tidak terdefinisi."
"Setelah kau meninggalkan tempat ini, kau akan seperti harimau yang kembali ke alam liar, naga yang terbang tinggi ke langit."
"Tidak ada lagi yang bisa menindasmu!”
Walaupun malam panjang akan segera tiba, api akan selalu ada di tanganmu!
Di luar penjara, sebuah mobil bisnis hitam terparkir. Ketika melihat Ye Feng melangkah keluar, pintu mobil terbuka, dan enam hingga tujuh pria berpakaian jas rapi turun secara berurutan.
“Tuan Ye..!”
“Kami diutus oleh Nyonya untuk menjemput Anda!”
Para pria itu dengan hormat membungkukkan badan kepada Ye Feng sambil membuka pintu belakang mobil, memberikan isyarat “silakan” dengan penuh sopan.
“Tuan Muda Ye…”
Ye Feng mengulang sebutan itu dengan lirih, sudah lama tidak ada yang memanggilnya demikian.
Dulu, Ye Feng adalah putra sulung keluarga Ye, menjalani kehidupan yang penuh kemewahan dan kemewahan.
Namun, kehidupan di dunia elit itu tak mengenal belas kasihan.
Ia kehilangan ibunya di usia muda, kehilangan perlindungan.
Dan seiring dengan pernikahan ayah dengan ibu tirinya, keluarganya yang baru membuat keberadaannya sebagai anak sulung terasa tidak berarti.
Setelah dewasa, ia dipaksa terlibat dalam sengketa hak untuk jadi ahli waris keluarga.
Akhirnya, ia difitnah oleh ibu tirinya dengan tuduhan yang tidak berdasar, dan dijebloskan ke penjara, ditinggalkan untuk menghadapi nasibnya sendiri.
Lima tahun adalah waktu yang cukup bagi seorang pemuda tak berpengalaman untuk mati mengenaskan ataupun terpuruk dan merana di dalam penjara.
Awalnya, Ye Feng telah menerima nasibnya... bahkan pada malam pertama setelah dipenjara, ia mencoba bunuh diri, tak ingin menanggung rasa malu.
Namun, tak ada jalan bagi mereka yang terdesak oleh takdir.
Para penjahat yang membuat dunia luar ketakutan itu tidak berani mengganggu Ye Feng... sebaliknya, setelah perundingan, mereka memutuskan untuk mewariskan seluruh ilmu yang mereka miliki kepada Ye Feng.
Bukan karena mereka merasa kasihan, tetapi karena mereka terjebak di penjara ini dan tak mungkin keluar lagi.
Mereka tak ingin kemampuan yang telah mereka pelajari seumur hidup hilang begitu saja.
Awalnya, mereka berencana mencari seorang penjaga penjara untuk dijadikan murid.
Namun sayangnya, para penjaga ini harus dipindahkan setiap enam bulan sekali… tekanan kerja yang terlalu besar di tempat ini menyebabkan tingkat rotasi yang tinggi.
Secara kebetulan, pada saat itu, Ye Feng masuk penjara.
Di mata para narapidana tersebut, Ye Feng bagaikan selembar kertas putih, dan dengan masa hukuman lima tahun, mereka memiliki kesempatan untuk membentuknya, mengubahnya menjadi seorang murid yang melebihi kemampuan mereka.
Ilmu kedokteran, seni bela diri, trik digital, ilmu ghoib, mekanik, ekonomi, strategi peperangan...
Sejak saat itu, Ye Feng, di usia yang seharusnya menempuh pendidikan di perguruan tinggi, justru menjalani pelatihan luar biasa dari para narapidana yang tak manusiawi di dalam penjara.
Lima tahun berlalu, Ye Feng mengalami transformasi luar biasa... ia bukan lagi sosok pemuda ceria yang hidup tanpa beban, melainkan seorang murid yang dilatih dengan keras oleh para penjahat yang dikenal sangat kejam.
“Tuan Ye, silakan naik ke mobil!”
Suara pria di depannya memecah lamunannya yang sejenak.
“Baik!”
Ye Feng mengambil barang bawaannya dan baru saja hendak melangkah ke dalam mobil.
Wuzzz...!
Tiba-tiba, suara angin yang membelah udara!
Sesuatu meluncur cepat ke arah mereka!
Insting Ye Feng membuatnya secara refleks mengangkat tangan untuk menghalau.
Sebuah batu kerikil sebesar telapak tangan, terjepit di tangannya.
“Siapa itu!?”
Para penjaga yang diutus untuk menjemput Ye Feng segera merasa tegang, cepat-cepat menyebar dan bersiap siaga.
Ye Feng mengikuti arah terbangnya batu tersebut dan menoleh.
Di kejauhan, sebuah mobil Jeep terparkir, dan di depan mobil itu berdiri dua sosok ramping.
Salah satu dari mereka, melihat bahwa batu tersebut tidak mengenai Ye Feng, segera mengeluarkan pistol dan berlari cepat ke arah mereka.
“Ye Feng!"
"Dasa pembunuh b******k!"
"Kenapa kau masih bisa hidup setelah keluar dari sana!"
"Badjingan, aku akan membunuhmu!”