"Ini tidak mudah namanya juga hidup"
"Sabar ya, nanti juga indah pada waktunya"
Cih,kata kata itu bahkan masih sering terngiang ngiang di kepalaku
kata kata yang membuatku semakin membenci diri sendiri
Aku tidak pernah minta untuk dilahirkan di dalam keluarga ini,jika bisa memilih aku juga tidak ingin lahir dalam keluarga ini,aku ingin kebebasan aku ingin keluar dan aku ingin seperti anak pada umumnya
Biar ku jelaskan sedikit tentang diriku,mengapa bisa aku membenci diri sendiri
Perkenalkan namaku Violet Alqueensya aku terlahir dalam keluarga yang tidak utuh dimana disaat aku dilahirkan sosok ayah atau yang sering ku sebut "Papah" itu tidak hadir disaat aku pertama kali terlahir ke dunia yang tidak pernah kuharap kan ini,dan ibuku atau yang sering ku sebut "Bunda" hanya berjuang sendirian melahirkan ku setelah kelahiran ku kakek datang menjenguk Bunda kakek datang bersama
Nessya Viola yang biasa di panggil "Nessya" dia adalah kakak perempuan ku sekaligus anak pertama Papah dan Bunda ku sedangkan aku adalah anak kedua dan terkahir dari mereka sekaligus simbol perpisahan mereka alasan kenapa papah tidak hadir menemani bunda lahiran karena dimana di hari aku lahir di hari itu juga orang yang sering ku sebut "Papah" menikah dengan wanita baru pilihan nya
Singkat Cerita
6 Tahun setelah kelahiran ku selama itu aku dan nessya dirawat oleh kakek dan nenek dari bunda kakek sangat menyayangi ku dan dia bahkan tidak pernah menunjukkan amarahnya padaku
Hampir menginjak Sekolah Dasar Papah datang ke rumah kakek dia datang untuk membawaku pergi kakek yang tidak ingin aku pergi mencoba menahan papah dan memohon agar tidak membawaku bunda pun tidak tinggal diam dan aku yang masih kecil tidak tau apa apapun hanya bisa diam menyaksikan semuanya sambil melihat nessya yang menangis ya nessya menangis karena aku dan dia dipisahkan dimana dia ikut dengan bunda dan aku ikut dengan papah dan tentu saja tidak lupa dengan istri baru papah,setelah perdebatan panjang papah berhasil membawaku pergi dari rumah kakek dan aku yang tidak tau apa apa hanya diam dan mengikuti apa saja yang dikatakan oleh papah walaupun sebenarnya hati ku berkata tidak ingin melakukan itu namun kakek selalu mengajarkan hal baik padaku bukan hal buruk
Lama kami diperjalanan akhirnya kami sampai di bandara rupanya aku dibawa pergi ke Bandung dimana kehancuran hidupku dimulai dari sana
kehidupan yang tidak pernah aku bayangkan ternyata terjadi