Sekitar jam 20:58 aku dengan Yana pergi meninggalkan cafe.
"Kamu langsung pulang?" Tanyaku kepada Yana,
"Ia langsung pulang, kalau kamu sendiri bagai mana?"
"Aku langsung ke tempat kerja"
Kita berdua berhenti sejenak di depan teras cafe ,
"Ya udah hati-hati ya, kalau sudah sampai rumah jangan lupa kabarkan ya" kataku pada Yana
"Ya kamu juga hati-hati" setelah dia mengucap dia pun mencium pipiku, dan akhirnya Yana melangkah masuk ke dalam mobil, aku masih melihat sampai mobilnya hilang di telan malam yang begitu gelap. Aku pun langsung beranjak pergi menghampiri motor yang aku kendarai ke cafe itu, setelah aku memasang helem dan menyalakan motor aku pun pergi meninggalkan cafe itu menuju menuju bar tempat aku kerja sebagai seorang bartender, dari cafe ke lokasi kerjaku lumayan jauh kurang lebih memakan waktu satu jam. Di tengah perjalanan itu aku sempat melamun masih mengigat tentang telfon yang tadi siang. Dalam pikiran aku mulai bertanya lagi, "apa mungkin Yana belum tahu atas perjodohannya?, Ah peduli selagi Yana tidak tahu kita masih baik-baik saja ya santai saja lah gak usah di ambil pusing" aku berbicara sendiri di atas motor.
Tidak terasa aku pun sampai di bar di mana tempat aku bekerja, aku langsung masuk parkiran yang khusus karyawan kerja, setelah aku memarkirkan motor aku pun langsung masuk di mana di pintu masuk selalu ada scurity, aku menunjukkan kartu identitas kerjaku walau pun kita sudah kenal tapi kita harus menunjukan kartu identitas kerja, karena itu memang sudah aturan kerja di bar ini, aku pun masuk ke dalam langsung menuju ruang ganti setelah aku Menganti baju, aku langsung ke ruang bartender walau jam kerja aku masih setengah jam lagi baru kita ganti sif tapi aku lebih suka menunggu di ruang itu. aku mengambil sebatang rokok dan menyalakannya.
"Bagai mana ramai hari ini?" Tanyaku kepada teman aku yang selalu bartender yang tengah lagi membuat minuman pesanan orang, oh ya nama teman saya itu Hendri selaku dia sif pertama sampai jam 24:00.
"Lumayan bang"
"Tapi malam ini Dj (disc jockey) siapa ya?" Tanyaku pada Hendri.
"DJ luar bang malam ini, tapi aku lupa namanya siapa"
"Cewek apa cowok?"
"Katanya cewek"
"Luarnya dari mana?"
"Katanya dari Brazil" setelah Hendri membuat minuman itu dan menyodorkan kepada pelanggan dia pun berdiri di sampingku,
"Mita rokok bang" aku pun mengeluarkan rokok dari saku celanaku, setelah dia mengambil sebatang dan menyalakan rokok itu. Kita sempat diam sejenak melihat sekeliling ruang itu dari pandangan samar-samar akibat lampu ruang yang remang redup mengikuti alunan musik yang dimakan oleh seorang DJ,
"Oh ya bang malam ini saya ijin pulang sebelum jam dua belas ya bang soal ada yang mau di kerjakan di rumah"
Aku pun melirik jam yang di pergelangan tangan kanan yang aku gunakan jam sudah menunjuk jam 23:46.
"Ya udah pulang aja dulu tidak apa-apa"
"Ya bentar lagi bang habiskan rokok ini"
Setelah dia habiskan rokok itu dia pun pergi meninggalkan ruang bartender.
"Bang pamit pulang dulu"
"Ok, hati-hati di jalan"
"Ya bang" akhirnya Hendri pun pergi menerobos kerumunan ramai orang itu sampai dia tidak terlihat lagi.