T'lah kucoba t'rus bertahan
Tentang cinta yang kurasa
Ku mencinta, kau tak cinta
Tak sanggup ku terus bertahan
&&&&&&&&
Anindira Maheswari itulah nama panjangku, aku hanya orang introvert yang susah bergaul. namun kenyataannya tidak seperti itu, aku juga mempunyai sahabat yang sering memberiku nasihat kehidupan. Aku bekerja disalah satu brand fashion sebagai desainer, pekerjaan ini adalah pekerjaan yang aku sukai. selain sebagai fashion desaign aku juga mempunyai bisnis dibidang property.
Akhir-akhir ini prospek property semakin bagus, kesempatan ini tidak akan datang untuk kedua kalinya. Hari ini perusahaan property yang aku kelola sedang mendapatkan proyek besar dengan perusahaan Ivander. Perusahaan itu merupakan kelas dunia, Ivander juga salah satu tersukses di indonesia, selain itu perusahaan itu juga punya cabang di Amerika, Inggris & Dubai.
Pagi ini aku akan berkunjung ke perusahaan itu, untuk melanjutkan proyek yang sudah ditaken. jalan kota jakarta yang padat sudah menjadi makanan sehari-hariku, didalam perjalan ini hatiku berdebar dengan sangat kencang, entahlah mungkin aku hanya gugup. Sesampainya aku di perusahaan Ivander hatiku semakin tidak tenang, aku takut proyek ini gagal atau mati ditengah jalan. Aku tidak ingin hal itu terjadi, semampuku akan ku usahakan proyek akan selesai di perusahaanku.
~~~
Tidak lama diriku sampai disebuah gedung perkantoran yang sangat elit, debar jantungku semakin menjadi karena ini pertama kalinya perusahaanku kerja sama dengan perusahaan besar seperti Ivander. Dengan langkah tergesah-gesah aku langsung menemui reseption gedung ini.
"Permisi, mba". sahut Anin. Sang reception itu pun berdiri menyapaku dengan senyuman yang sangat indah.
"Ada yang bisa dibantu, bu?" Tanya reception itu.
"Saya Anindira, dari perusahaan Mahes Construction, saya kesini ingin bertemu dengan CEO Ivander Company. Apa Beliau ada di ruangannya". Tanyaku kepada reception itu.
"Sebentar iya bu, saya tanyakan dulu ke sekertaris beliau dulu". Jawab reception itu.
Tidak lama reception itu menelepon sekertaris CEO Ivander. Dilain sisi aku melihat dia hanya menganggukan kepala saja, tidak lama dia akhirnya menutup teleponnya.
"Bapak Ivander ada diruangannya bu, ibu anin sudah ditunggu beliau. Mari saya antar keruangannya bu". Jawabnya sambil menuntunku menuju lift.
Didalam lift aku hanya diam dan meredam rasa gugup ini. Tak lama lift pun berhenti dilantai yang dituju oleh reception itu. dilantai tertinggi gedung ini, aku hanya melihat ruangan kosong namun sangat luas. Diujung ruangan aku melihat meja sekertaris yang sangat lebar, dan tiba-tiba reception itu berhenti di meja sekertaris sang CEO.
"Maaf pak ini ibu Anin yang ingin bertemu CEO, dari perusahaan Mahes Construction". Jelasnya sambil mengarahkan tangannya kepadaku.
Sang sekertaris pun melihat kearahku, kemudian diapun berdiri sambil mengarahkan tangannya kepadaku. Tanpa berfikir panjang, aku juga memberikan tanganku untuk bersalaman dengan sekertaris itu.
"Ibu Anin, pekernalkan saya Yofhan sekertaris pak Jeevan. Mari bu, pak Jeevan sudah menunggu anda". Sahut Yofhan sekertaris CEO Ivander.
Kaki ini pun melangkah mengikuti aba-aba dari sekertaris CEO Ivander. Diri ini sangat takjub dengan ruangan yang sangat luas ini, begitu bersih dan juga rapi. Tidak ada sama sekali kotoran debu yang menyelimuti ruangan ini. Saat sedang berjalan sang sekertaris pun berhenti di sebuah sofa, lalu memberikan aba-aba untuk diri ini duduk disana.
"Silahkan duduk dulu bu. Sebentar lagi bapak akan datang keruangan ini, ibu mau minum apa?" Tanya sang sekertaris itu sambil bilang bahwa sang bos akan segera datang.
"Air Putih saja". Jawabku.
"Baiklah, mohon ditunggu sebentar bu". sambungnya
Dengan langkah pasti, sang Sekertaris pun pergi meninggalkan aku sendiri di ruangan ini. Disini Aku bisa melihat prestasi dari perusahaan ini. Penghargaan-penghargaan yang terpajang diruangan ini merupakan hasil dan kerja keras dari sang pemilik perusahaan. Aku yakin kalau sang CEO merupakan orang sangat ambisius dengan pekerjaannya. Sembari diri ini menunggu, aku memilih melihat handphoneku. Tidak lama ada seseorang masuk keruangan tempat aku menunggu sang CEO.
"Anindira". Panggil seseorang itu.
Aku pun berdiri dan berjabat tangan dengan dia. Diriku masih terheran, siapa orang ini mengapa dia begitu berbeda. Kharismanya sangat luar biasa, seakan mengintimidasi diri ini.
"Iya betul, maaf anda siapa ya ?" Jawabku, sambil menanyakan seseorang yang ada didepanku.
"Saya Jeevan. Pemilik Perusahaan ini". Jawabnya.
Aku sangat terkejut, ternyata dialah sang pemilik perusahaan Ivander. Aku mengira kalau pemilik perusahaan adalah seseorang yang sudah berumur, namun ternyata tidak. Tidak lama CEO masuk keruang tunggu, sang sekertaris pun masuk dan menaruh air putih yang sudah aku pesan.
"Ini airnya bu, saya permisi". sahut sang sekertaris.
"Terima kasih". Jawabku sambil tersenyum.
Tak lama setelah sang sekertaris keluar kami pun langsung berdiskusi tentang proyek yang akan kami jalankan. dengan berani aku langsung menjelaskan kepada Jeevan sang CEO Ivander, proyek ini merupakan langkah besar bagi perusahaan ku. Aku berdoa mudah-mudahan semua berjalan dengan lancar dan tidak ada halangan apapun. Karena bagiku memulai yang baik pasti akan mendapatkan hasil yang baik juga.
&&&&&&&&
Hallo readers hari ini episode 1 agak dikit ya
Soalnya aku harus mencari materinya.
mudah-mudahan kedepannya aku bisa memberikan penulisan yang lebik baik lagi
Salam PENULIS KACANGAN ^___^V