Matteo menghampiri istrinya yang sedang membuat kue black forest pada hari Minggu itu. Melihat istrinya tidak menyadari kehadirannya, membuat Matteo tersenyum kecil dan dengan jahil memeluk istrinya dari belakang secara tiba-tiba. Hal itu tentu saja membuat Kalila terkejut bukan main. Kalila bahkan hampir menjatuhkan kue-nya yang sudah matang saking terkejutnya.
“Matteo!” Kalila memekik sebal. Dia menolehkan kepalanya ke belakang dan menatap Matteo dengan tatapan membunuh.
Matteo hanya tertawa. Dia mengecup pipi Kalila dengan lembut tanpa menghiraukan tatapan Kalila yang ingin membunuhnya. “Maaf, Sayang.” Matteo mengeratkan pelukannya pada Kalila. Wanitanya itu terlihat sekali kesal padanya tapi Matteo tidak pernah mau berhenti untuk membuat Kalila kesal—karena Kalila selalu menggemaskan