Kalila tahu kalau dirinya sudah merasa sembuh dari trauma yang diakibatkan oleh Atlas setelah dirinya menikah dengan Matteo. Dia juga tahu kalau suaminya itu tidak akan pernah meninggalkannya barang sedetik pun. Tapi sayangnya, luka yang ditimbulkan oleh Atlas ternyata sungguh berdampak padanya. Contohnya saja seperti sekarang, hari ini tepat baru satu bulan setelah mereka menjalanlan program hamil, tapi Kalila tidak kunjung juga memberikan hadiah itu pada Matteo.
Kalila tahu kalau pikirannya ini sangat tidak masuk akal. Tapi sungguh, dia hanya ingin memberikan apa yang benar-benar diinginkan oleh Matteo.
“Kalila.”
Kalila baru saja selesai bersiapi-siap untuk pergi ke kantor ketika suaminya memanggiil namanya. “Iya?”
Matteo menatapnya beberapa detik tanpa mengatakan apapun yang membua