Pembicaraan Matteo dan ibu dari Kalila mengalir begitu saja, lebih santai dari sebelumnya. Mereka membicarakan banyak hal, dari mulai rencana rumah masa depan Kalila dan Matteo di London, pekerjaan Matteo, dan pesan-pesan Rianna pada Matteo untuk menjaga anak satu-satunya itu. Matteo dan Rianna mendominasi percakapan. Sementara Kalila lebih banyak diam dan hanya menggenggam tangan Matteo tanpa berniat melepaskannya.
Hingga tiba-tiba, salah satu pintu kamar yang dekat dengan ruang tamu terbuka dengan kasar dan menimbulkan suara yang sangat keras. Mereka bertiga terlonjak, terkejut bukan main. Apalagi ketika melihat siapa yang membuka pintu itu.
“Kalila!”
Seorang pria dengan tubuh yang sangat kurus, mata memerah, rambut acak-acakan seolah tidak pernah disisir selama berbulan-bulan, terlih