Setelah selesai berciuman kuajak kim jalan jalan, untuk kencan pertama kami. Kim. Juga menceritakan cerita hidupnya. Aku ketahui kim adalah anak keturunan korea yang berada diindonesia. Sedangkan kedua orang tuanya lebih memilih tinggal dikorea dan meninggalkan kim sendiri diapartemen pembelian orang tuanya. Kim terpaksa menjadi SPG untuk memenuhi kebutuhan nya dan biaya sekolah adik angkatnya. Walau susah kim ternyata juga merawat seorang gadis gelandangan. Bahkan dia juga menyekolahkannya. Sudah 5 tahun berlalu, saat ini anak itu sudah kelas 6 SD. Aku kagum dengan kepribadiannya ini.
Kim menceritakan juga tentang pengalaman cintanya yang telah menolak banyak sekali pria kaya dan malah menerimaku sebagai pacar pertamanya. Umur kim saat ini sudah menginjak 20 tahunan. Kim sangat berharap kepadaku untuk melamarnya dan menikahinya. Mendengar itu aku sedikit kaget. Karena kim tidak lah main main dengan perasaannya.
“Kim, kalau kamu mau, aku bisa mendatangi korea dan melamar ke kedua orang tuamu saat ini juga.”
“mas serius” tanya kim.
“tentu”
“Baiklah, kalu begitu kita kekorea sekarang” kata kim.
“ehh.. sekarang.”? Tanyaku kaget.
“iya sekarang, ayo cepetan mas”
Niat untuk menggombalku dianggapnya serius oleh kim. Kami pun akhirnya berangkat dihari besoknya karena kendala tiket habis. Aku juga membawa kedua orang tuaku kekorea. Kami kaget dengan nuansa korea. Sangat kontras sekali. Kim ajak kami ke rumah nya dikorea. Nampaknya kim adalah orang yang sangat berada. Terlihat dari rumahnya yang sangat megah jika dibandingkan rumah rumah disebelahnya.
Akan tetapi jamuan dari orang tua kim sangat berbeda. Nampaknya mereka sangat membenci kim, entah kenapa. Hal itu terlihat dari saat pertama kaki melihat kim. Bukannya kangen karena melihat anak nya setelah berpisah lama. Mereka tampaknya sinis dengan kedatangan kim.
“Maaf mas, mama dan papaku memang seperti ini”. Sambil memegang tangan ku. Kurasakan kim gemetar menghadapi kedua orang tuanya itu.
“Ma, pa kami datang kesini untuk meminta restu kalian, aku mau menikah, ma pa... Jadi kalau bisa mama dan papa bisa menjadi waliku nanti” kim sangat kaku bicara dengan kedua orang tuanya.
“Kapan, kami akan datang, tunjukkan tempatnya saja” kata papa kim.
“kami akan rundingkan waktu dan tempatnya. Nanti kami akan beritau kalian”. Kata kim kembali kaku saat menjawab pertanyaan ayahnya itu.
“kenapa kalian seperti ini” kataku sambil menggebrak meja.
“Woi, kau tak sopan sekali” ayah kim membentakku, aku sedikit takut sih.
“apa masalahnya, kenapa kalian perlakukan kim anakmu seperti ini. Apa kamu tau disana dia sangat menderita. Bahkan dia hampir diperkosa disana gara gara uang. Dan kalian disini santai santai saja.”
“Mas udah, ga papa” lerai kim.
“eh, anak yang mencuri uang ayahnya sekarang kekurangan uang, lucu sekali.” Kata mama kim.
“Itu bukan kim” jawab kim lirih.
“buktinya banyak kim, bahkan kamunjuga berani menjual warisan nenekmu, bener bener anak durhaka kamu itu.” Jawab mama kim.
Nampaknya sekarang aku sedikit tahu masalah kim dengan keluarganya. Kim nampaknya difitnah oleh seseorang.
“ayo kim kita pergi, percuma bicara sama mereka” ajakku.
“Nanti kami akan berikan waktu dan lokasi pernikahan kami, terima kasih” jawabku.
Kami beranjak pergi, kim menangis memelukku. Dia akhirnya menceritakan satu satu cerita pahitnya. Kim ternyata difitnah oleh seseorang bawahan papanya. Dugaan kim dialah yang menjual aset perusahaan dengan mengatas namakan kim. Hal itu terjadi tepatnya 2 tahun yang lalu. Kim difitnah menggelapkan uang perusahaan dan hampir 50 % aset dijualnya. Aku berniat untuk mengembalikan nama baik kim kembali. Tapi sebelum itu aku ingin fokus kepernikahan kami dulu. Aku ingin membantu kim sebagai suami nantinya.
Seminggu berlalu, aku dan kim akhirnya resmi menikah, gaun cantik kim menambah kesempurnaan kim hari itu. Kedua orang tua kim juga ikut hadir hari itu. Tak ada acara yang mewah hanya kerabat kim saja yang hadir dihari itu. Para kerabat kim tampaknya sangat mengenal kim dengan baik. Mereka masih berada di kubu kim. Nampaknya mereka juga tak percaya kalau kim lah yang menggelapkan keuangan ayahnya. Kami pesta kecil kecilan dihotel milik ayah kim itu.
Sekarang misi ku adalah mengembalikan nama baik kim yang tercemar, dengan menangkap maling yang sebenarnya. Nampaknya kami juga sudah menemukan sedikit titik terang siapa dalangnya. Dia adalah seon, paman kim sendiri yaitu direktur diperusahaan milik ayah kim itu. Sebagai kakak dari ayah kim tentu tidak menjadi ayah kim curiga sedikitpun. Karena mereka berdua itu sudah sangat dekat sekali. Karena hanya berjarak umur 2 tahun membuat ayah kim sering dikembar kembarkan dengan seon itu. Hubungan mereka juga terjalin sangat baik. Tentu tak ada kecurigaan dari ayah kim.
“mas sekarang mau apa, makan, mandi apa aku” kim menggodaku dimalam pertama kami.
“kalau minta dek Kim boleh nggak” godaku.
“kim sudah milik mas, mas gak perlu minta”? Jawab kim
Aku langsung memeluknya dan menggendongnya kekasur. Kutindih kim dikasur dan kami berciuman.
“Aku mencintaimu kim”
“kim juga cinta mas, makasih sudah menjadi suamiku mas.” Jawab kim sambil membalas ciumanku.
“Kalu gitu mas minta kim kecil aja. Bisa kan”? Tanyaku.
“Mas mintanya berapa, 1, 2 atau 5, 6, kalo mas yang minta kim bakal turutin mas” jawab kim.
“Kim maunya berapa” godaku lagi.
“kim tau kalau buatnya itu gak gampang mas, dan melahirkan kim kecil juga sangat menyakitkan. Tapi aku akan mencoba menahan sakit itu untuk mas.” Jawab kim.
“Kita jalani aja ya, mas nggak akan memaksa kim. Mas sangat tak bisa melihat kim kesakitan terus menerus.” Jawabku lagi.
Malam pertama kami sangat indah, kami melakukan banyak sekali pengalaman pertama dimalam itu.
Pagi harinya aku terbangun dan kim masih berada dipelukanku dan masih tanpa pakaian. Kupeluk kembali kim dengan eratnya. Kim nampaknya juga terbangun karena kupeluk.
“Mas, nafsunya besar banget ya. Baru bangun aja mas udah meluk meluk kim begini”.
“Kim lah yang nafsunya besar banget, kim nggak inget semalam kim yang ngajak main terus” godaku.
“mas sih, Goda kim terus soalnya.” Jawab kim
“Soalnya kim cantik” sambil mencium keningnya.
“Udah ah mas, bangun, mandi dulu sana. Biar kim yang bereskan kamarnya.
“Mandi bareng aja yuk” ajakku.
“ah.. gak ah, mas m***m soalnya.. hehehe” jawab kim dan beranjak merapikan tempat tidur.
Kami hari itu hanya dirumah saja, menikmati hari pertama pacaran sebagai suami istri. Aku peluk kim dari belakang saat dia memasak. Kim hanya tersipu malu kumanjakan seperti itu. Kami juga menonton tv drama korea sambil berpelukan. Hari pertama pernikahan kami memang terasa sangat indah. Sementara kami masih tinggal dikorea begitu pula ayah dan mamaku. Tapi kami berbeda apartemen. Jadi kami merasa bebas diapartemen ini.