ARTHA
Pagi ini Artha berangkat sekolah dengan santainya, jam tangan yang melekat di salah satu tangannya menampilkan jarum pendek yang sudah menunjuk ke angka sembilan.
Artha memasuki koridor sekolah yang sudah sepi, karena jam pelajaran memang sudah di mulai. Melewati beberapa ruang laboratorium, perpustakaan serta UKS.
Melihat keadaan sekitar dan tidak mungkin Artha akan masuk ke kelas dengan santainya di jam ini, maka Artha memutuskan untuk berjalan menuju ke pintu usang yang saat itu pernah ia masuki berdua bersama seorang gadis berambut pirang yang selalu mengepulkan asap ketika berjalan di sampingnya.
Menapaki jalan setapak beralaskan tanah, Artha tidak lama sampai di warung sendiri, ternyata teman-temannya tidak ada yang membolos, mungkin mereka kira ia tidak akan berangkat seko