BANYAK hal istimewa terlewati selama beberapa tahun ini. Kehidupanku semakin hari semakin berwarna. Dikaruniai seorang putri cantik dan dua orang putra kembar yang sifatnya beragam, juga seorang suami yang penyayang membuatku tak pantas lagi untuk lalai dan tak bersyukur. Rumah besar keluarga Mahendra tak pernah sunyi setiap detiknya kecuali saat anak – anakku tidur ataupun sedang diajak keluar oleh Daddy atau Oma dan Opa mereka. Karena selebihnya…
“Mommy… Athar cacher ma chaussures… (Athar menyembunyikan sepatuku…)”
Itu teriakan putri pertamaku, Aviara Garwita Mahendra. Gadis kecilku yang kini menginjak usia dua belas tahun itu semakin hari jadi semakin cerewet dan berisik. Sifat cengeng dan hobi menangisnya juga belum berkurang sejak dulu, malah semakin bertambah sejak kedua adik kemba