Andara mengecek masakannya yang masih berada di wajan dengan wajah sumringah. Wanita itu segera mengalihkan pandangannya saat mendengar langkah kaki memasuki dapur. Dilihatnya Ralin tiba dengan raut yang sangat masam.
“Ada temennya Ralph di luar,” ucap Ralin memberitahu. Setelah itu Ralin sudah bersiap untuk berlalu dari dapur sebelum akhirnya menghentikan langkah saat mendengar ucapan Andara.
“Kamu gak mau manggil Abang? Dia Abang kamu, Ralin.”
Ralin yang dalam posisi memunggungi itu memutar matanya malas. Untuk berbicara pada Ralph saja ia sangat ogah, apalagi untuk memanggilnya Abang? Lelucon macam apa ini?
“Sekali enggak, tetep enggak,” tegas Ralin tanpa menatap Mamanya.
Andara hanya bisa mengulas senyum kecut kemudian melanjutkan kegiatan masaknya tanpa menyahuti lagi ucapan Rali