malam ini suasana begitu hening hanya desiran angin dan rintik hujan yang terderngar, lama ku tatap jendela lamunanku membawaku pada kejadian seminggu yang lalu saat di perkenalkan ke orang tua hadi, luka yang dulu pernah ku rasakan kini seakan terasa lagi.
suara notif hp membuyarkan lamunanku
iya wa dari hadi yang ku abaikan seminggu ini, aku hanya tak ingin membuatnya jauh dari orang tuanya yang tidak menerima ke beradaanku disinya,
" balas wa ku sayang atau seenggaknya beri aku waktu untuk telpon" please?
" Kenapa kamu tak membalas pesan ku dan angkat telponku?"
sudah puluhan wa yang masuk ke hp ku tak pernah aku respon ,,,,
( maafkan aku mas , mungkin dengan menghindarimu akan jauh lebih baik untuk kita) buliran air mata tak terasa jatuh membasahi pipiku, sakit tak perlu ditanyakan lagi tapi aku sadar hubungan yang tidak mendapat restu dari orang tua hanya akan membuat semuanya terasa kurang.
kubuka cendela kamarku menuju balkon deras air hujan seakan menambah deras air mataku , ya ini caraku melewati luka hati dengan guyuran air hujan aku bisa puas menangis tanpa orang tau rapuhnya aku.
namun saat ku rasakan pening di kepalaku membuatku sempoyongan hingga tak sadarkan diri dan ambruk
"Braaak"
semua terasa gelap ......
pagi ini ku rasakan cahaya yang menyilaukan menerpa wajahku , kupandangi sekelilingku dan tersadar aku sudah di atas tempat tidur dan di sampingku ada mbok isah.
"mbak sudah bangun ?"
" kenapa saya mbok?"
"mbak pingsan tadi malam di balkon, mbok sama pak Darji yang mbopong mbak?
" mbok tolong jangan kabari abah sama umi ya"? aku ngga mau mereka kwatir"
" baik mbak"
setelah menyantap bubur buatan mbok isah dan meminum obat penurun deman kulanjutkan tidur karena badan sangat terasa lemas.
hingga kurasakan sentuhan tangan yang menari dikeningku,,,,,,
" loe kenapa lan?, sakit kok g ngabarin gue?
(temen satu kerjaan aku Nila)
" kapan kamu datang la?"
" barusan , setelah pulang kerja aku langsung kesini.
" kok kamu tau aku sakit?'
" feeling aja , gue tau elo ga pernah ga masuk kerja , jadi gue mutusin kesini terus kata mbok isa loe tadi malam pingsan di balkon saat hujan deras, gila loe ya dah tua juga masih main air hujan hehehehehe.
tawa khas nila yang selalu menghibur
aku meminta nila nginap dirumah untuk teman curhat, karena aku hanya tinggal di rumah bertiga dengan mbok isa asisten rumah tangga dan pak darji satpam sementara abah dan umi sudah seminggu ini pindah tinggal di desa untuk mengurusi kebun almarhum kakek.
malam menyambut kurasa badan sudah enak ku putuskan turun dari kamar menuju lantai 1 tempat makan sekaligus ruang tamu , kulihat teman seperjuanganku nila membatu mbok isa masak .....
"hmmmmm, harum banget mbok masak apa?"
" lho kok loe turun lan?"
" mbak sudah sehat ?" apa perlu mbok siapin makanan dikamar saja?"
" ngga usah mbok , wulan sudah sehat.
kami ahirnya makan bersama kuajak sekalian mbok isah dan pak darji untuk makan bersama untuk memeriahkan suasana makan malam , aku tak pernah membedakan mereka hanya dengan adanya mereka lah aku mampu melewati hari - hariku saat jauh orang tua .mereka sudah ku anggap sebagai orang tua pengganti.
malam pun beranjak semakin larut
aku dan nila santai diruang tv menonton drakor,
" lan loe belum cerita kenapa loe sampai pingsan?
" biasa la"
" pasti ada masalah dengan hadi?'
" tolong jangan bahas hadi ya untuk saat ini!'
"oke dech gua ngerti"
pagi - pagi aku dan nila bersiap untuk berangkat kerja , kami kerja ditempat yang sama yaitu PT. Anugrah abadi
aku sebagia sekeetaris dan nila sebagai akuntan keuangan .