Lelaki itu sangat kacau. Pertemuan terakhir bersama Luve meninggalkan luka dalam hatinya. Tak menyangka saja perempuan itu akan menjawab seperti itu. Sebuah alasan yang tak ingin didengarkan. Namun, itulah yang terjadi. Dan Luvena sendiri yang mengatakannya.
Segelas minuman sudah ia habiskan. Kini, dirinya menginginkan lagi. Entah mengapa mala mini ia ingin minum dengan banyak. Tak peduli bila mabuk asal pikirannya menjadi tenang kembali. Karen dalam otaknya masih terekam jawaban dari perempuan itu.
Sungguh saat itu dirinya ingin sekali membantah dan beragumen dengan Luvena. Akan tetapi Gala tahan itu semua demi mendapatkan jawabannya.
“Kamu mau menceritakan apa yang sebenarnya terjadi saat itu?” tanya Manggala menatap dalam kedua bola mata Luvena, “apa yang terjadi antara dirimu, A