Setelah mengatakan bahwa dirinya pernah mengenal seseorang yang sangat mirip dengan Albert dan orang tersebut pernah membuatnya terluka, Luna hanya bisa terdiam. Dia tidak berani menatap pria yang duduk di hadapannya. Luna takut Albert kembali bertanya dan dirinya tidak tahu harus memberikan jawaban apa.
Namun Albert tidak langsung bertanya. Pria itu hanya memperhatikan Luna beberapa saat sebelum akhirnya menganggukkan kepalanya.
“Kalau kamu belum siap menceritakannya, saya tidak akan memaksa tapi saya harap suatu hari nanti kamu bisa menceritakannya kepada saya.”
Luna terdiam. Entah kenapa... mendengar Albert mengatakan hal itu justru membuat perasaannya semakin tidak tenang.
“Iya,” jawab Luna pelan.
Albert tersenyum kecil lalu kembali melanjutkan makan siangnya seolah tidak ada pemb