Marie menutup wajahnya ketika dia dan Jonathan berjalan bersama di sekolah dengan tangan yang saling bertautan. Marie sejujurnya belum terlalu siap untuk memublikasikan hubungannya dengan pria tampan itu, alhasil karena tangan mereka saling bertautan, perhatian para siswa-siswi yang lewat pun beralih kepada keduanya.
“J-jo, malu tau!” cicit gadis itu yang didengar oleh Jonathan yang dengan santainya berjalan begitu saja,
“Ngapain malu? Aku hanya ingin seluruh dunia tahu kamu itu pacarku,” ujarnya sebelum dia bersenandung dengan senang. Mendengar itu, Marie menoleh kepadanya untuk sejenak, ia terlihat tidak senang dengan perkataan kekasihnya itu.
“Hanya?! Lagipula untuk apa orang harus tahu mengenai hubungan kita?” tanya Marie yang kemudian kembali menutupi wajahnya dengan tangannya.