Marie baru saja bangun dari tidurnya yang begitu nyenyak. Ia membuka mata indahnya itu dan mulai menelentangkan tubuhnya. Ia merasa lelah karena kemarin setelah mereka pulang dari resort, Jonathan kembali mengajaknya untuk berkencan bersama. Marie tidak ingin kesempatan berkencannya lewat begitu saja, jadi dia mengikuti keinginan Jonathan untuk pergi bersama dengannya.
Alhasil, ia pulang lebih malam dari biasanya, yang mana ini membuat gadis itu ditegur oleh sang ayah. Tidak mengherankan mengapa ia mendapat teguran karena Marie merasa ia memang bersalah. Ia berniat untuk memberitahu mengenai teguran itu kepada Jonathan supaya mereka berdua tahu waktu untuk pulang ke rumah.
Ia melirik jam dinding yang menunjukkan pukul 7 pagi dan ia rasa sudah saatnya untuk dirinya bangun dari tempat tid