Hari itu Layla sedang sibuk memeriksa dokumen pengadaan untuk proyek besar yang akan berjalan bulan depan. Ruang rapat kecil di lantai dua menjadi tempat pelariannya setiap kali ia membutuhkan ketenangan untuk fokus. Namun, ketenangan itu terganggu oleh suara ketukan pintu.
“Layla, ada waktu sebentar?” Tampak Puspa berdiri di ambang pintu dengan ragu.
“Ada apa?” tanya Layla sambil merapikan berkas di mejanya.
“Ini soal rapat sore ini. Ada anggota baru yang akan diperkenalkan ke tim legal, dan mereka akan bekerja sama cukup dekat dengan divisi supply chain. Gue pikir lo harus tahu lebih awal.”
Layla mengerutkan kening. “Memangnya siapa?”
Puspa menggigit bibir bagian bawahnya tampak canggung untuk menyebut satu nama itu. “Noah Elio Rahardjo. Mantan tunangan lo.”
Dunia seakan berhenti b