Di sisi lain Alena sedang menatap hujan yang turun denagn begitu lebat, dia menatap rintik-rintik yang berjatuhan itu dengan pikiran menerawang jauh ke depan. Alena mengusap perutnya dengan pelan, di bahunya terlampir selimut tebal yang menjadi penghangat badannya di saat dingin seperti ini.
Segelas teh hangat juga diletakkan di sampingnya, ada roti dan cemilan lain yang juga tersusun rapi menunggu untuk disentuh oleh jemari lentik Alena yang putih bersih. Alena memikirkan semua kenangan indah yang terjadi di kampung halamannya, tempat teraman sekaligus menyakiti dirinya hingga tidak ada tempat untuk tinggal lagi.
Para pekerja di luar juga sedang beristirahat di teras, mereka menunggu hujan reda agar bisa melanjutkan pekerjaan mereka lagi, Alfred duduk bersama para pekerja. Mereka tengah