Sesampainya di kamar yang ditempati oleh Alena, Robert langsung menutup pintu. Dia mengamati ruang kamar yang sederhana namun hangat itu. Beberapa perlengkapan bayi juga sudah tersusun rapi di dekat lemari, meski yang ada hanya perlengkapan besar seperti box bayi, keranjang pakaian, gendongan bayi dan pendorong bayi untuk jalan-jalan itu sudah menandakan betapa berartinya bayi mereka bagi Alena.
Robert membuka lemari pakaian Alena, di dalam sana hanya ada beberapa helai pakaian saja, tidak ada pakaian istimewa dengan harga mahal di dalamnya. Robert tanpa sadar menangis, hatinya serasa tercabik-cabik oleh tangan tidak kasat mata.
Lemari kecil dengan dua pintu itu memiliki tiga tempat kotak untuk meletakkan pakaian dan satu tempat menggantung pakaian, di tiga kotak itu pertama di susun Al