Pekikan terdengar keras di ruangan Alena, dengan selang infus terlihat mulai memerah Alena bergerak panik sembari menyentuh perutnya yang rata. Rasa sakit dapat dia rasakan dari bekas luka jahitan setelah operasi yang ia lakukan, ya, Alena sudah sadar siang ini setelah satu setengah hari tidak sadarkan diri.
"Bayiku, di mana bayiku? Kenapa aku perutku tidak sebesar biasanya?" Alena bertanya dengan panik.
Air matanya luruh tanpa bisa dihentikan, bahkan perawat yang mencoba menenangkan Alena terlihat kewalahan. Gerakan mereka kalah oleh tenaga yang Alena gunakan untuk mendorong mereka menjauh, Alena seperti sedang kesetanan.
Dia tidak mendengar apa yang dikatakan oleh perawat, dia juga tidak memedulikan kata-kata yang diucapkan para perawat itu. Mata Alena memerah dengan tangan memegang k