Asisten Adnan langsung melerai pertengkaran itu, dengan sigap dia berhasil menarik sektretaris untuk menjauh dari Ananta.
"Kau berani melawan diriku? Apa tuanmu menyuruhmu untuk melindungi wanita ini? Jadi benar tebakanku, kalau dia adalah simpanan suamiku?" tuduh Ananta dengan mata terbuka lebar.
Wajah kejamnya terlihat menakutkan hingga membuat sekretaris itu mundur, dia bersembunyi di belakang asisten itu dengan tubuh gemetar. Rambutnya yang berantakan dengan darah segar yang ke luar di bibirnya membuat sekretaris itu tampak sangat teraniaya, Ananta mencibir melihat itu, dia pernah bersikap lemah seperti itu dulu.
"Oh aku mengerti sekarang, jangan-jangan wanita ini juga melayanimu di ranjangnya. Kalian bersekongkol, iya?" tuduh Ananta sekali lagi.
Asisten itu mengernyit mendengar a