SATRIYA ALVEANGGA GIOVANO, merupakan salah satu mahasiswa Di Kampus Dirgantara Yang super duper cuek dan galak. wajar saja kalau sifatnya seperti itu, karna dari kecil dia emang di Didik tegas oleh orang tuanya, terutama papa.
"Sat! Lo dipanggil pak Dosen diruanganya," ucap Aldi, temen dekat Satriya.
"Gue?"
"iya, Lo! pake nanya lagi, udah sana buruan udah ditungguin." ucapnya.
"yaudah, Gue ke nemuin pak Dosen dulu yah, Thank's udah ngabarin Gue."
"Sante aja kali,"
Satriya pun pergi meninggalkan Aldi, temen yang paling dekat dengannya.
#Di Ruang pak Dosen ...
tok ... tok ... tok ...
"Assalamualaikum,"
"wa'alaikumsalam, silahkan masuk."
"permisi pak, katanya bapak manggil saya?"
"ouh, iya. Silahkan duduk."
"iya pak, Terimakasih. Ada apa yah pak, bapak manggil saya,"
" ouh ini Sat, Kampus kita kan kedatangan mahasiswi baru, nanti kamu tolong pinjamkan buku catatan kamu sama dia yah, karna kamu kan salah satu mahasiswa yang jenius di kampus ini, jadi bapak serahkan amanah ini sama kamu. kamu nggak keberatan kan?" Tuturnya.
" Ouhh ... iya pak, insyaallah saya nggak keberatan kok,"
"Syukurlah, kalo gitu kamu boleh keluar."
"Baik pak, permisi ..."
'Duh, kenapa mesti Gue sih? lagian pake ada mahasiswi baru lagi, ngrepotin aja!' Batinku.
Di depan perpus, tiba-tiba langkah Satriya terhenti, melihat salah seorang mahasiswi yang tengah dibully oleh GENG SIMILIKITI (Sisi, Mila, Lisa, Kiki, dan Tika).
Akhirnya ia pun langsung menghampiri keributan tersebut, dan dengan sekali ucapan yang sangat tegas dari seorang Satriya, akhirnya mereka pun pergi.
"Lo nggak papa?" tanyanya sembari membangkitkan cewek tersebut, yang tengah ketakutan.
"E-enggak papa kok mas, makasih yah" jawabnya gerogi.
"Sama-sama," jawabnya singkat sembari melangkah pergi meninggalkan cewek tersebut.
_
_
_
#Di Ruang kelas ...
"Selamat pagi Anak-anak ..." sapa seorang dosen wanita, beliau adalah Bu Dewi.
" pagi Bu ..." jawab kami serentak.
" oke, kali ini kita kedatangan mahasiswi baru, Silahkan masuk ..."
masuklah seorang cewek berkaca mata, dengan kedua Rambut yang diikat rapih.
"Silahkan kamu perkenalkan diri kamu!" perintah Bu Dewi.
"Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh," salam cewek tersebut dengan sedikit suara yang bergetar.
"wa'alaikumsalam warrohmatullahi wabarokatuh" jawab kami serentak.
"perkenalkan namaku CINTA CLAUDIYA LEMOS, akrab disapa Cinta. Aku berasal dari Bandung, dan pindah ke Jakarta, karna ayahku ada proyek di Jakarta." tukasnya.
'Ouh, namanya Cinta.' Batin Satriya
" Baik, Cinta. Sekarang kamu duduk di kursi sebelah kanan yang kosong, silahkan," tutur Bu Dewi dengan Ramah.
Cinta pun langsung duduk di kursi sebelah kanan yang kosong, yang posisinya bersebelahan dengan Satriya.
Cinta pun langsung menyapa Satriya dengan Senyuman, namun Satriya justru bersikap sinis kepadanya.
ya ... itulah sifat Satriya.
" Baik, sekarang kalian buka buku halaman 67, kalian pahami tentang simbolasi."
"Dan untuk Cinta, kamu bukunya barengan dulu sama yang disebelah kamu, Satriya." lanjut Bu dosen.
'Hah? Gue barengan sama Dia? aduh, males banget Gue ...' Kesal Satriya dalam hati.
"Satriya! Ayo barengan bukunya sama Cinta."