PART 102
SEMUANYA BERAKHIR SAAT LANGKAH derap kaki yang aku dengar tadi akhirnya sampai. Marco menerjang pintu bangunan kamar ganti ini dengan wajah panik dan putih pucat. Dia mematai situasi saat ini, lalu pandangan dia teralih ke tiga saudaranya.
Selama aku tinggal dengan Bronze bersaudara, aku tidak pernah melihat Marco pucat pasi seperti ini. Aku tidak pernah melihat laki – laki sangat serius seperti sekarang. Aku tahu kalau Marco mungkin salah satu kakak tertua di sini, sama seperti Angelo, tapi aku tahu kalau Marco bukan orang yang selalu serius seperti Angelo, Felix, dan mungkin terkadang Daniel jika dia sedang berada di studio miliknya dan berkutat di depan layar kaca.
Marco termasuk orang yang easy going, orang yang tidak terlalu punya reaksi heboh perkara banyak hal. Jadi, ha