“Kalau gue mati lebih cepat dari perkiraan, sepertinya nggak akan apa-apa juga.” Begitu pikir Ros saat mengingat lagi apa yang disampaikan oleh Taji saat menjelaskan bahwa tuk sampai ke ambang dimensi itu, ia harus mempertaruhkan nyawanya sendiri.
“Gue memang lagi takut banget sekarang. Menghadapi musuh yang kelihatan itu jauh lebih menakutkan dari yang bisa gue bayangin. Tapi gue tetap harus melakukan hal itu kan?!” Gadis itu tersenyum penuh semangat. “Oke, gue berangkat sekarang kalo gitu.” Ros sudah mau bersila dan masuk ke ambang dimensi namun Taji menahannya.
“Sebentar,” kata cowok itu. “Jangan dulu berangkat tanpa tahu lo mau ngapain di sana nanti,” katanya mengingatkan. “Meski lo nggak peduli meski harus mati muda, tapi jangan konyol dan menghamburkan sesuatu yang bisa dijaga,” uj