“Lo masih inget dengan baik, kan, bentuk dan rupa energi keluarga lo?!” Ros coba memasikan. “Jangan sampai mendadak lo lupa terus ini gue nggak bisa juga menelusuri keberadaan mereka.” Ros menyetel tampang serius saat bicara pada Taji.
Tak disangka, Taji lalu menyeringai. “Ya, kalau ingatan terakhir sih gue masih ada. Semoga aja energi intinya masih bisa dilihat dan belum bercampur sama energi lain yang lebih buruk.” Ros sudah menekuk wajahnya saat Taji mengatakan kalimat itu.
“Gue udah curiga sih. Apalagi selama ratusan tahun lo hidup di dunia, dan lo belum pernah ketemu keluarga lo lagi setelah itu. Jadi pastinya mah, ada beberapa hal yang berbeda nanti.” Ros manggut-manggut. “Tapi nggak apa. Mari kita coba dulu aja.”
Ros dan Taji lalu kembali memusatkan pikiran dan konsentrasi mereka