“Kenapa makhluk terkutuk sepertimu bisa mengatakan hal kurang ajar padaku?” suara Azil menggelegar ketika Taji sengaja menyinggungnya. Memang tujuan awal Taji melakukan itu adalah agar Azil sibuk saja dengannya saat Ros sedang berkonsentrasi.
“Harusnya kau juga berkaca,” ujar Taji sambil mengangkat sebelah alisnya. “Kau sudah menyebut diriku terkutuk sementara yang sudah hidup lebih lama, dipercaya oleh Tuhan sampai segitunya tapi malah membangkang pada perintah Tuhan itu siapa?” Taji kini yang giliran terkekeh. “Kau sungguh lucu juga ternyata. Selera humor yang bagus.”
Pujian Taji barusan yang sudah jelas tidak sungguh-sungguh sukses membuat Azil tampak geram. Meskipun konon ia adalah leader-nya belis, tapi ia tetap saja punya sifat utama yang terdiri dari takabur, sombong, iri, keras k