“Gagah sengaja bikin Azil emosi dan bikin serangannya diarahkan ke dia,” batin Ros bicara saat mendapati sahabatnya itu sudah mulai mengalihkan perhatian dari Azil.
“Pak tua, kalau gue jadi lo, ya, gue nggak bakalan buang waktu buat ngurusin yang model beginian. Satu rugi di gue, yang kedua nunjukin banget gue nggak punya kerjaan. Eh, tapi bukannya emang lo nggak punya kerjaan ya selain menjerumuskan manusia?!” Gagah mendadak berlagak berpikir. Gayanya yang tengil sukses membuat Azil geram dan berancang-ancang untuk melemparkan mantra atau serangan padanya.
“Anak kemarin sore sudah berani menantang pimpinan dari segala belis?! Kau akan sangat menyesal habis ini, bocah tengik!” suara Azil terdengar menggelegar dan membuat Gagah segera bersiap dengan serangan apapun yang mengarah padanya.