"Hmm?" Vela menatap mata Karel.
Karel mengedipkan matanya. "Udah?"
"Belum, ini sedikit lagi." Vela memberikan obat merah pada luka Karel yang membuat nya meringis sakit.
"Sakit?" tanyanya. Karel mengangguk pelan, "iya sedikit."
Vela tertawa pelan, "maaf maaf." Vela memundurkan wajah nya.
"Udah?"
Vela mengangguk "udah." Vela meletakkan obat yang di gunakan nya tadi di meja. Ada sedikit rasa kecewa yang dirasakan oleh Karel, tapi entah untuk apa rasa kecewanya itu. Karel juga tidak mengerti.
"Makasih," ucap Karel sambil tersenyum tipis.
"Iya."
"Leo tolongin gua! Pacar lo nih sakit jiwa," teriak Verell yang tidak ada habisnya sedari tadi.
"Kurang ajar." Allea memukul tangan Verell.
"Yaudah sih ini sedikit lagi nih tinggal kasih obat merah doang." Allea menunjukkan obat merah yang