Aksa masih sibuk mencari tau dengan komputer Karel, lalu pindah ke komputernya sendiri untuk mencari tau nya. Satu komputer baginya mana cukup kan untuk melacak ini.
"Dia emang selalu bersemangat gitu?" tanya Leo yang melihat Aksa sangat antusias melakukan kegiatan nya ini.
Revan mengangguk sambil menenggak kembali minuman nya, "dia kalo pengen tau banget ya gitu, dia harus cari sampe dapet."
"Dia akan gitu terus sampe dapet apa yang dia cari," sambung Karel yang sudah paham dengan kelakuan teman nya itu.
Leo mengangguk. Coba saja Aksa yang melamar menjadi anggota agent nya, dan bukan Karel. Mungkin akan sedikit lebih berguna dari pada Karel.
"Ada apa nih?" Bagas baru masuk ke dalam ruangan perkumpulan itu dan melihat Aksa yang sangat sibuk dengan komputernya, bahkan suara ketikan nya