Vela menatap temannya itu bingung. "Kenapa?"
"Ya, nanya aja sih." Karel menggaruk tengkuk nya yang tiba-tiba saya minta untuk di garuk nya entah karena apa. Karena salah tingkah tentu nya, tapi ia tidak mau mengakui itu. Memalukan kalau dirinya mengakui nya.
Vela terkekeh pelan, "gak ada sih, belum ada yang menarik di mata."
Karel mengangguk-angukan kepala nya mendengar jawaban Vela. Sebenarnya ia juga sedikit bingung kenapa tiba-tiba saja mulutnya ini menanyakan hal itu padanya. Kalau saja ia memikirkan nya dulu pasti ia yakin tidak akan menanyakan nya. Tapi sepertinya itu hal yang bagus menanyakan hal itu karena ia jadi tau jawaban dari pertanyaan yang terlintas di otak nya.
"Lo sendiri gimana?" tanya Vela yang hampir saja membuat Karel tersedak air liur nya sendiri. Tidak menyangka