Di dalam kamar Senja meratapi kesedihan nya, ia tidak menyangka jika Om nya akan menyuruhnya untuk menikahi seorang pria yang sudah memiliki seorang Isteri, Wanita mana yang ingin di jadikan madu?
" Senja " Panggil Om Ivan yang masuk kedalam kamar senja
Senja menoleh ia menatap Om nya yang berjalan kearah nya " Om minta Maaf karena Om sudah melukaimu, Om benar-benar buntu harus meminta tolong sama siapa lagi selain kamu, Kamu juga pasti tidak inginkan jika rumah ini di sita oleh Bank? Ini adalah rumah kenangan masa kecil kamu dan juga Ayah, ibumu. Apa kamu akan membiarkan Bank mengambilnya? " Kata Om Ivan " Pikirkan itu, Om mungkin jahat kepadamu tapi asal kamu tau jika Om juga tidak ingin membuat kamu kehilangan kenangan dan juga peninggalan dari kedua orang tuamu "
" Kenapa Om lakukan ini kepadaku? hikss.. " Senja benar-benar tidak habis pikir kepada Om Ivan
" Om menggadaikan rumah ini itu untuk biaya sekolah kamu, Jika Om tidak menggadaikan rumah ini lalu Biaya sekolah kamu darimana? "
Senja tersenyum kecut " Om pikir Aku bodoh? Dari sekolah menengah pertama sampai aku lulus kuliah, Aku itu mendapatkan Beasiswa dan aku juga selalu mendapatkan nilai terbaik di sana, lalu dari mana Om membiayai ku? "
Om Ivan mengepalkan kedua tangannya ia benar-benar muak berpura-pura baik kepada Senja " Baik jika kamu memang tidak ingin menuruti permintaan Om, Kalo begitu jangan salah kan Om jika rumah ini akan di ambil oleh Pihak Bank dan kamu akan kehilangan apa yang telah kamu jaga Selama ini " Om Ivan langsung keluar dari kamar senja
" Aaaaahhhhhhh...... " Senja Melemparkan Bantal kearah pintu kamar " Apa yang harus aku lakukan sekarang, Dan dari mana aku harus mendapatkan uang sebanyak lima ratus juta " Senja menjambak rambut panjang miliknya.
" Bagaimana, Apa anak itu sudah setuju untuk menikah dengan Tuan Bisma? " tanya Tante Sarah
Om Ivan menggelengkan kepalanya " Dia sangat keras Kepala sekali sama seperti Ayah nya dulu "
Tante Sarah terlihat marah " Lihatlah, Aku sudah capek-capek masak Untuknya agar dia menyetujui keinginan mu tapi apa hasilnya, nihil! " Ucap Tante Sarah
" Sabarlah, Kita cari cara lain agar dia mau menikah dengan Tuan Bisma "
" Cari cara apa lagi hah!! " Tante Sarah merasa geram
" Aku setuju untuk menikah dengan Tuan Bisma " Senja turun dari tangga dengan kedua mata yang terlihat bengkak
Om Ivan dan juga Tante Sarah langsung tersenyum " Kamu serius Nak " Ucap Om Ivan yang mendekat kearah Senja
" Iya. Tapi ada satu syarat "
" Apa itu? "
" Setelah rumah ini kembali ke tangan ku, Aku minta Tante dan juga Om pergi dari rumah ini, karena aku tidak ingin pengorbanan ku menjadi sia-sia " Ucap Senja dengan tatapan dingin
" Kau!!! " Tunjuk Tante Sarah " Apa kau lupa jika aku lah yang sudah membesarkan kamu "
Om Ivan menarik tangan Tante Sarah pelan agar Tante Sarah tidak menggoyahkan keputusan senja " Baik jika itu yang kamu mau, Om dan Tante akan keluar dari rumah ini namun beri kami waktu paling lama satu bulan setelah kamu menikah, kamu tau bukan di sini juga banyak barang milik Om dan Tante yang harus kami benahi sebelum kami pergi " kata Om Ivan
senja membulatkan kedua matanya, ia tidak menyangka jika Om nya akan setuju dengan syarat yang ia berikan
" Mas! " Protes Tante Sarah namun langsung di berikan kode oleh Om Ivan
" Senja, Karena kita sudah membuat kesepakatan maka Kamu harus menepati janji kamu untuk menikah dengan Tuan Muda Bima "
" Hmm. aku tidak akan mengingkari nya " Ucap senja " Kabari saja kapan hari nya, aku pasti akan datang " Senja langsung melangkah pergi meninggalkan Om dan juga Tante nya
Om Ivan langsung tersenyum ketika mendengar Persetujuan dari senja, Ia tadi sudah putus asa karena takut Senja menolak keinginannya.
" Mas, Aku tidak mau ya jika Aku harus keluar dari rumah ini " Protes Tante Sarah
" Kamu tenang saja " Jawab Om Ivan yang melangkah masuk kedalam kamar nya.
Senja tidak langsung pulang ke kosan ia pergi ke salah satu Kafe yang menggunakan pemandangan malam yang begitu indah, untuk menenangkan diri, ini adalah cara Senja untuk menenangkan diri pergi ke tempat seperti ini.
" Bunda, Ayah. semoga kalian tidak marah dengan keputusan yang aku buat, Aku lakukan ini karena aku tidak ingin kehilangan kenangan masa kecil ku bersama kalian " Gumam Senja yang meminum Soju
Senja berharap jika pengorbanan nya tidaklah sia-sia, ia akan mempertahankan apa yang ia miliki apa lagi di dalam rumah itu terlalu banyak kenangan indah bersama kedua orang tuanya.
Senja menatap langit yang di penuhi Bintang, mereka cukup indah di atas sana berkelap-kelip seolah mereka menghibur perasaan Senja yang sedang sedih.
" Hai, Apa boleh gabung "
" Tidak boleh, Aku tidak suka ada orang lain di sisiku " Tolak Senja tanpa menoleh
Senja langsung menoleh ketika pria itu duduk di samping nya " Jangan pelit lagian ini kan tempat umum jadi Aku bisa duduk di sini juga, Pilihan lokasi duduk kamu cukup Oke " Puji si pria
Senja memutarkan kedua bola mata nya karena malas " Jika anda ingin duduk di sini silahkan " Senja langsung berdiri dari duduknya lalu ia memilih untuk pergi dari sana
" Eh tunggu " Cegah Si pria namun senja seolah Tuli ia terus melanjutkan langkahnya tanpa menghiraukan ucapan si pria.
" Wanita yang unik " Gumam si pria
Karena ketenangan Senja sudah terusik ia pun memilih untuk pulang ke kosannya, Ia ingin istirahat setelah dirinya mengalami guncangan hebat malam ini.
Senja menaruh tas, membuka sepatu lalu ia langsung membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur karena sudah merasa lelah Senja pun langsung menutup kedua matanya untuk istirahat.
Di tempat lain, Ada seorang wanita yang sedang mengerang kenikmatan dengan di saksikan oleh suaminya sendiri
" Aaaahhhh.... Yess... "
Goyangan itu semakin cepat ketika suara si wanita semakin kencang itu membuat si pria tidak tahan lagi ingin memuntahkan bibit miliknya kedalam hutan yang gundul.
" Aaaaaaahhhhhh..... " Teriak si pria ketika ia mendapatkan puncak nirwana