Dina dan Alan pasangan bahagia yang selalu melewati hari-hari penuh dengan senyuman canda dan bahagia. Mereka sangat kompak dalam segala hal. Dina dan Alan yang sudah menjalin hubungan lebih dari 3 tahun, dan mereka memutuskan untuk melanjutkan kejenjang hubungan yang lebih serius, mereka pun segera ingin bertunangan.
"Al kita kan sudah 3 tahun, kamu gak mau serius tah sama aku?" (sahut Dina)
"Maksud nya, aku selalu serius kali Din sama kamu,"
"bukan lho maksud aku, kita gak mau tunangan gitu?"
"tunangan....? mau gak ya......?(Alan bercanda dengan jari telunjuk di mulut nya)
"Ish..... Aku serius lho," (dengam nada manja)
"aku juga serius lho," (canda Alan)
"tau ah ngeselin, udah gak usah tegor-tegor aku dulu"(dengan nada marah)
"wkwkwkwk, jangan ngambek gitu dong sayang, aku cuma bercanda ko."
"bodo amat"(dengan nada marah)
"3 hari lagi aku ke rumah kamu ya?"
"ha....... serius?"
"iyah, kamu bilang sama orang tua kamu 3 hari lagi aku kerumah bersama keluarga"
"(Dina hanya mengangguk dan tersenyum bahagia).
"yasudah yuk pulang, kan kamu gak bisa kena panas"
"yuk." (sahut Dina)
Dina dan Alan akhirnya betunangan dan mereka sangat bahagia dengan saling bertukar cincin yang melingkar dijari manis Dina dan Alan. Setelah acara tunangan Dina pun melihat cincin ditangannya sambil berbaring di kasur.
"Akhirnya kami tunangan juga, Alan kamu benar-benar membuat aku menjadi wanita paling bahagia di dunia ini."
Dina pun sangat bahagia setelah petunangan mereka, setiap harinya dia tidak pernah berhenti tersenyum, kemana pun Dina pergi dia selalu melihat cincin yang ada di tangannya. Ketika Dina sedang melihat cincinya, tiba-tiba Alan menelphone.
"Halo Din," (sahut Alan)
"iyah Al ada apa?"
"bisa ketemu sekarang gak, ada yang ingin aku bicarakan,"
"owh...boleh ko"
"Ok, aku otw tempat kamu ya?"
Tidak lama setelah itu Alan datang menemui Dina.
"Din aku ingin bicara,"(sahut Alan)
"bicara apa Al, serius banget ya kayanya?"
"Din, gini aku disuruh pergi ke Kalimantan sama kantor aku ada urusan pekerjaan,"
"owh, berapa lama kamu disana?"
"mungkin sekitar 3-4 bulan aku disana"
"emmm, tapi kan kita ingin menikah Al?" (sentak Dina)
"iyah Din aku tau tapi gimana aku diminta untuk kesana,"
"emang gak bisa orang lain yang kesana?"
"gak bisa Din, karena ini emang udah kerjaan nya aku, tolong kamu ngerti ya Din, aku usahakan sebelum pernikahan kita aku akan pulang"
"huft.... baik lah, tapi kamu harus janji dengan omongan kamu itu ya?"
"iyah aku janji"
"dan satu lagi kamu hati-hati ya, dan inget dimana pun kamu, hati kamu milikku dan hati ku milikmu"
"makasih ya sayang aku akan ingat kata-kata kamu di dalam hati aku, dan ingat ini, percaya sama rasa sayang kita jangan luntur hanya karena kecurigaan cinta kita tidak seremeh itu, sayang aku ke kamu tidak selemah itu."
Sebelum berpisah mereka berpelukan untuk mengungkapkan perasaan mereka masing-masing. Dina yang di tinggalkan selalu menunggu kedatangan Alan, tetapi semenjak malam itu Alan tidak pernah berkomunikasi dengan Dina, 1 bulan 2 bulan Dina selalu menunggu kabar dari Alan, tapi satu kalipun Alan tidak pernah memberi kabar atau pun menelphone Dina. Karena sudah terlalu lama Dina pergi dan mencari informasi tentang keberadaan Alan melalui keluarga ataupun temannya Alan, tapi dia tidak menemukan satupun informasi mengenai Alan. Karena lelah mencari Dina pun menceritakan masalahnya pada Gina Sahabatnya.
"Gin....... Alan dimana ya?" (sambil menangis)
"lah emang Alan kemana, bukannya kalian abis tunangan ya?"
"iyah, tapi dia pergi katanya mau ke Kalimantan ada urusan kantor, tapi udah 2 bulan ini dia gak ada kabar, gimana ya Gin, galau ni gw"(sambil menangis dipelukan Gina)
"mungkin dia lagi sibuk kali Din, makanya gak kasih-kasih kabar"
"tapi udah 2 bulan lho Gin dia gak ada kabar, padahal kami mau menikah"
"coba lo tanya sama keluarga nya!"
" udah tapi mereka juga gak tau kata nya"