malampun tiba aku, siska anita dan susi sedang berada di kamarku.
kami bersenda gurau di kamarku, entah terlalu berisik atau apa akhirnya pertengkaran itu terjadi.
tok tok tok
akupun membuka pintu kamarku. dan andi sudah berdiri tepat di depan pintu kemarku.
"ya, ada apa??" tanyaku pada andi.
"bisa nggak, nggak usah berisik ini udah malam gue mau istirahat"
akupun mengeluarkan kepala ku menghadap ke jam dinding yang terpasang di depan pintu keluar.
"baru jam 7, masih awal. nggak apa-apa dong aku sedikit berisik" jawabku
"eh lu sadar diri dong, lo itu anak baru di sini, jangan buat resah yang udah lama tinggal di sini" kata andi dengan nada marah.
akupun membuka pintu kamarku lebar-lebar.
"iya gue emang anak baru di sini, tapikan lo bisa liat sendiri di kamar gue ada siapa, anak-anak lama semua. jadi salah gue juga kalau gue berisik?? tanyaku pada andi.
andi kehabisan kata-kata dan pergi meninggalkan kamarku, jarak kamarku dan kamar andi hanya 3 pintu saja.
"wah hebat sih li, lo berani ngejawab dia" kata siska sambil tertawa.
"lah ngapain gue takut, gue bener dong" jawabku.
"hahaha udah-udah jangan di pikiran lagi, mendingan kita lanjut cerita-cerita lagi," ajak susi.
"ntar singa marah lagi" celetuk ku.
"udah santai aja nggak usah di tanggepin orang kayaq dia, nggak penting juga. toh kita bayar di sini nggak tinggal gratis ataupun dia yang bayarin" jawab siska.