Jam 22.00
"Kebiasaan nih pinjem charger papah ga dibalikin" ucap papahku yang tiba tiba masuk kamar
"Iyaa maaf pa, baru juga pinjem" balasku
tidak lama aku langsung tidur
Aku bermimpi, mimpi yg terasa sangat nyata,
"Del, kalau punya pacar bawa ke rumah yaa" ucap papahku
Aku langsung terbangun melihat jam
"oh baru jam 3" , dan aku lanjut tidur
Sabtu Jam Set6 Pagi
Tiba tiba aku dibangunkan suara teriakan orang dan pintu yang diketuk sangat kencang
"Del, papa kamu meninggal"
"Del bangun papah kamu meninggal"
Aku langsung terbangun dan pikiranku
"ga mungkin ini cuma mimpi"
beberapa kerabat masuk ke kamar dan memelukku dan berkata
"papa kamu kecelakaan"
Aku masih ga percaya, mereka membawaku ke rumah Bude, disana keluarga sudah berkumpul dan aku masih berpikir
"ini ga mungkin, ini cuman mimpi, semalam aku masih ketemu, ini ga mungkin, aku harus bangun ini mimpi"
Dan saat terdengar suara sirine dan ambulance berhenti tepat di depan rumah bude tangisku pecah, aku melihat jenazah papah diturunkan dari ambulance
"Ya Alloh ini beneran, kenapa satu satunya orang tuaku kau ambil, aku sama siapa nanti, aku ga punya siapa siapa lagi"
Aku menangis histeris sembari memeluk jenazah papah tapi masih berharap ini hanya mimpi buruk dan saat aku bangun papah masih ada
Setelah beberapa hari berlalu ..
Mamah datang ke rumah, aku sangat berharap setidaknya setelah bertahun tahun dia tidak pernah menemuiku, ini saatnya dia menjadi sosok orang tua untukku tapi nyatanya dia datang untuk menyombongkan keluarga barunya juga menjelek jelekan papah serta nenek yang sudah merawat aku sejak kecil.
Aku jadi teringat sebulan sebelum meninggal papah bilang,
"Jangan terlalu berharap sama mamah kamu, dia udah punya keluarga sendiri, papah yakin kamu bisa mandiri"
Mungkin papah tau akan terjadi dimana aku akan mendengar cerita bahagia keluarga mamah dan berusaha mempersiapkan perasaan anaknya agar tak terlalu sakit, tapi sejujurnya sangat sakit apalagi saat mamah melempar uang 100rb kepadaku saat aku hanya diam tak berkomentar dengan cerita bahagia keluarganya, karena aku sedang berduka sangat berduka butuh pelukan
"Nih buat kamu, mamah pulang"
Ku kira hanya sebatas itu ternyata, ada fitnah dibelakangnya, aku ditegur oleh Bude,
"mamah kamu pulang sakit hati karena dibentak katanya, gaboleh gitu gimanapun ibu kamu"
Aku terdiam dalam hatiku "drama apalagi ini, kenapa dia tega banget fitnah aku"
Aku pulang dan memecahkan cermin, aku goreskan ke tangan, sakitnya ga sebanding sama apa yang dia lakukan dan patah hati setelah ditinggal papah, dadaku sesak aku menangis menangis menangis
................
Aku duduk di sofa dirumah bude sebelum ambulance datang dengan perasaan masih shock, tiba tiba tanteku bilang,
"Del, ada temen kampus kamu kesini"
Aku terdiam dalam hatiku
"hah ? siapa ? gaada temen kampus yang tau rumahku"
karena aku baru masuk 2 minggu kuliah masih masa perkenalan
Setelah tante mempersilahkan masuk ternyata dia Rey kaka tingkatku salah satu panita ospek, 2 minggu kebelakang aku memang cukup akrab dengannya, tanpa aku sadar saat ambulance datang aku refleks menangis dipelukannya, aku ga peduli dengan pandangan orang yang aku butuh saat itu pelukan, saat terendah terhancur yang memberikan pundak itu ternyata orang baru yang bukan siapa siapa.
Siangnya temanku Tania ke rumah setelah selesei bazzar dikampus dan disitu aku baru tau ternyata Tania yang mengabari kak Rey dan memberikan alamatku, Tania temanku yang protektif dan dia orang paling mendukung aku dengan kak Rey
Kak Rey izin mau pergi dulu karena ada urusan trus dia nanya "Kamu mau apa?"
"Aku mau bunga 2503" jawabku asal
Sorenya Tania pamit pulang, karena dia ada acara keluarga juga dan akupun butuh waktu untuk mencerna semua hal dadakan ini, Tania berkali kali bertanya
"kamu gpp aku tinggal ? aku suruh kak Rey kesini lagi yaa"
"Gausah Tan, dia kan punya urusan lagian aku bukan siapa siapa" Jawabku
"Kalau bukan siapa siapa kok dia mau sih langsung kesini pas aku kabarin buat nemenin kamu dari pagi" Balas Tania
"Udahlah tan, dia kan emang baik orangnya" Jawabku tak mau kalah
"Terserah kamu del kalau ga percaya, aku pamit, ada apa apa kabarin yaa" sambil berlalu dengan motor matic hijaunya
MALAM HARINYA
"Del, itu ada yg nyariin" ucap pegawai tokoku
Tanpa menjawab aku turun kebawah, yaaaa itu kak Rey
"Loh kesini lagi ka, emang udah selesei urusannya ?" tanyaku
"Udah, nih del buat kamu tapi maaf yaa gabisa 2503 bunga, bukan gamau beliin tapi nyari bunya sebanyak itu dimana, bunga sekota ini aja ga sampe segitu" jawabnya
"iyaaa gpp, lagian aku bercanda loh tapi makasih yaa ka"
"kamu belum makan dari pagi kan, makan yuk aku juga lapar" tanyanya
"aku ga lapar, ga nafsu makan" jawabku
"udah temenin aku, kamu harus makan jangan kosong banget, kamu kan punya maag" lucunya aku langsung mengekor ke tempat nasi goreng
Dia maksa aku makan, disuapin harus makan, setelah makan sekitar jam 9an dia pamit pulang.
Sesampainya dirumah pun, dia langsung chat dan call sampai aku ketiduran, kak Rey tidak membiarkan aku sendirian