"Kenapa hutan ini kering sekali ya...?" tanya gadis itu. "Aku haus...." Bibirnya terlihat kering dan pucat. Terlihat dehidrasi.
"Tenang, nanti ada banyak air di kediaman Tuan Rajaku...," balas burung tukan, "...dan sebentar lagi kita sampai, nona!"
Beberapa detik setelah burung tukan itu membalas, tiba-tiba hutan itu berguncang.
"A-ada apa ini? Gempa?" Gadis itu panik.
"Cepat sembunyi di balik pohon, nona!" Perintah burung tukan.
Tanpa banyak tanya, gadis itu menurutinya. Gadis itu menempelkan tubuhnya yang kurus itu, ke batang pohon tua yang sangat besar tapi kering.
Tiba-tiba tampaklah pemandangan yang cukup mengerikan, juga sangat menjijikkan, tampaklah belasan lipan raksasa meliuk-liuk melewati mereka. Burung tukan itu terbang tinggi ke angkasa menghindari mereka.
Para lipan itu tampak mengendus-endus. Beberapa hewan dilahapnya. Seekor kijang putih yang berlari melewati gadis itu, di santapnya oleh salah satu lipan itu dalam hitungan detik. Gadis itu langsung menahan nafasnya, sangat ketakutan.
Lipan itu masih meliuk-liuk melewati gadis itu, salah satu kakinya meraba pohon tempat dia bersandar, gadis itu langsung melirik ke arah si burung tukan yang terbang tinggi di atas dirinya. Burung itu memberi isyarat gadis itu untuk tetap diam.
Tak lama kemudian, lipan-lipan itu akhirnya pergi. Gadis itu langsung bernafas lega, burung tukan itu menghampirinya, "Syukurlah kamu selamat, nona!"
Gadis itu agak kesal, "Apa itu tadi? Kenapa kamu membawaku ke tempat berbahaya seperti ini?"
Burung tukan itu melototinya, "Loh loh loh, tunggu dulu nona. Seluruh daerah hutan Kulmur ini berbahaya loh, makanya saya tanya apa yang sedang nona lakukan di sini, di hutan BERBAHAYA ini, SENDIRIAN?"
Gadis itu terdiam sejenak.
"Bagaimana, lanjut menemui Tuan Rajaku?" tanya burung tukan.
Gadis itu mengangguk.
"Maafkan aku, aku tadi sangat ketakutan."
Burung tukan itu lalu menuntunnya lagi.
"Jangan khawatir nona, sebentar lagi kita akan sampai. Tetap siaga dan berjaga, jangan lengah! Atau hutan ini akan melahapmu hidup-hidup!"
Lalu mereka terus berjalan, bibir gadis itu sangat kering. Ia sudah kehausan setengah mati.
Tapi mereka terus berjalan, berjalan, berjalan, dan... akhirnya! Sampailah mereka di area tersembunyi Hutan Kulmur. Tempat itu terlihat segar, cerah, berbeda dari area lain hutan Kulmur yang terlihat kering kerontang.
Tempat itu indah, ada danau kecil di sana, di kelilingi oleh ribuan burung cantik, berterbangan di sana!
Gadis itu langsung terburu-buru menuju ke danau itu, mengambil air dengan kedua tangannya, meminumnya. Aaaaaah... Lega sekali rasanya. Air itu membasahi wajahnya, bibirnya.
Tiba-tiba gadis baru menyadari, ternyata di depannya, ada sosok seekor burung raksasa, yang sedang memperhatikannya daritadi. Burung itu adalah burung tukan, yang berukuran sangat besar. Kira-kira sepuluh kali ukuran Nornna. Ribuan burung di sana tunduk dan hormat padanya.
"Siapa kamu, nona?" tanya Raja Tukan itu kepadanya. Terlihat Mahkota Emas bersinar menghiasi kepalanya.
"Aku... Aku tidak ingat aku siapa," gadis itu mencoba menjawab, "tapi kata burung ini, Tuan Raja Tukan bisa membantuku."
Gadis itu menunjuk ke arah burung tukan yang tadi mengantarkan dia.
Raja Tukan lalu memfokuskan pandangannya, kedua matanya yang besar itu mendelik, memperhatikan gadis itu dengan sangat cermat, mulai dari bagian kepala, rambutnya yang agak berantakan itu, hingga ke kakinya yang kotor dan tidak memakai alas sama sekali.
Raja tukan mencermati juga tangan gadis itu, di pergelangan tangannya ada gelang dengan ornamen cantik terukir.
"Hmm..., ada ukiran-ukiran ornamen yang detail, khas kerajaaan Kayu Merah, terpahat di gelangmu, sepertinya kau terlahir di Kerajaan Kayu Merah."
Raja Tukan mencoba menjelaskan.
Gadis itu mencoba mengingat-ingat, tapi bahkan dia seperti tidak pernah mendengar Kerajaan Kayu Merah.
"Aku tidak tahu, Raja Tukan"
"Kau benar-benar ingin ingatanmu pulih?" tanya Raja Tukan lagi.
Gadis itu mengangguk.
"Baiklah," jawab Raja Burung Tukan, "Kalau kau ingin memulihkan ingatan kamu, untuk langkah pertama, marilah kita terbang ke sana. Naiklah ke badanku, aku sang Raja Burung Tukan yang hebat ini, akan membawamu ke sana!"
"Baiklah, terima kasih" jawab Gadis itu gadis itu naik ke tubuh Raja Tukan, lalu Raja Tukan membawanya terbang tinggi ke angkasa.