Adzan subuh telah berkumandang, seorang pria berumur 27 tahun bangun dari mimpinya. Diliriknya kedua insan kecil yang masih pulas terlelap. Diusap kedua kepala insan tersebut dan tak lupa dia menyematkan kecupan di dahi mungil mereka. Dialah Fahri habiburrahman, seorang single father yang memiliki dua anak kembar usia tiga tahun Bernama azka dan azkia. Karena suatu penyakit yang ganas, istrinya meninggalkan dia beserta kedua anaknya yang masih sangat membutuhkan kasih saying dari seorang ibu.
Fahri tinggal dengan ibunya, karena ibunya tak tega melihat dia sendirian mengurus anak anaknya yang masih kecil di tengah kesibukannya sebagai seorang guru dan seorang aktivis agama di daerahnya. Fahri juga mendirikan sebuah TK yang tentu saja dia sendiri yang menjadi kepala di TK tersebut. Meskipun dia hanya sebatas meninjau Lembaga tersebut karena kesibukannya mengajar di SMA Islam Harapan Terpadu sebagai BK dan guru Agama.
“hmm. . .masih nyenyak ternyata jagoan jagoan abi ini” lirihnya seraya bergantian mengecup keduanya
Dia mulai melangkahkan kakinya keluar kamar dan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri guna untuk melaksanakan kewajibannya sebagai seorang muslim yaitu melaksanakan sholat subuh.
Setelah membersihkan diri, dia mengganti pakaiannya dengan stelan sarung dan koko untuk kemudian melangkahkan kakinya ke masjid dekat rumahnya.
Tentu saja sebagai seorang aktivis keagamaan di kampunya, membuat dia dihormati oleh orang orang disekitarnya. Selain karena ilmu agamanya yang mumpuni di usia yang cukup terbilang masih muda, dia juga adalah orang yang ramah dan dermawan. Tidak jarang banyak dari tetangganya yang sering meminta bantuan kepadanya dan hanya untuk sekedar meminta saran saran atas masalah mereka.
Setelah selesai melaksanakan sholat subuh, dia Kembali kerumahnya untuk memulai aktifitasnya sebagai seorang single father yaitu mengurus si kembar. Meskipun dia tinggal dengan ibunya, tapi dia juga tidak ingin terlalu merepotkan ibunya tersebut dalam mengurus si kembar. Terkadang ada beberapa pekerjaan yang harus dia laksanakan sendiri sebagai seorang ayah, dari mulai memandikan sampai membuat sarapan si kembar sebelum dia memulai aktifitasnya sebagai seorang guru di sekolah.
“Assalamu’alaikum” ucapnya seraya membuka pintu dan memasuki rumah
“Waalaikumsalam” sahut Wanita paruh baya yang masih berusia 45 tahun tersebut, ya. Beliaulah bu sri, ibu dari Fahri yang setia menemaninya dikala masa sulitnya kehilangan sang istri tercinta selama 1 tahun ini
“mah, si kembar udah bangun ?” tanya fahri kepada sang ibu
“belum, masih lelap kayaknya” ucap sang ibu sambil memotong bawang untuk keperluan sarapan sang anak dan kedua cucunya
“sini mah biar fahri saja, mamah udah sholat belum ?” tanyanya sambil mencoba meraih pisau di tangan bu sri
“gak usah nak, kamu siap siap saja, hari inikan hari pertama kamu masuk kuliah. Siapin apa aja yang harus kamu bawa, jangan sampai ada yang ketinggalan. Lagian mamah udah sholat kok” ucap bu sri dengan lembut dan penuh perhatian.
“yaudah, makasih yah mah udah jadi ibu yang terbaik. Meskipun sekarang fahri udah gede dan punya anak, perhatian mamah ke fahri gak berubah layaknya Ketika fahri kecil” ucapnya sambil menelungkupkan kepala di bahu sang ibu
“iya nak, mau kamu udah tua pun kamu tetep akan jadi anak kecil mamah yang akan selalu mamah sayang” imbuh bu sri sambil mengusap pucuk kepala anaknya tersebut
“maaf ya mah fahri selalu ngerepotin mamah, gak kecil gak udah gede tetep masih ngerepotin. Maaf belum bisa dan tak akan pernag bisa membalas semua kebaikan mamah selama ini” lirihnya sambil tetap menelungkupkan kepalanya di bahu sang ibu
“kamu jangan ngomong gitu Nak, mamah ngelakuin semua ini karena mamah sayang sama kamu. Dan mamah sama sekali tidak mengharapkan balasan apapun dari kamu, kamu cukup jadi anak yang soleh dan bermanfaat bagi sesame manusia. Karena doa anak yang soleh adalah amal jariyah yang tidak akan pernah putus sampai kapanpun” lirih sang ibu sambil terus mengusa pucuk kepala anaknya tersebut
“udah gih, siap siap sana nanti si kembar keburu bangun tar riweuh lagi”
“Siap Bu Bos” jawabnya sambil memperagakan ala ala militer yang patuh terhadap komandannya
“dasar anak itu, hmm… Ya Allah, jagalah anak dan cucu cucuku, dan berikan anaku fahri jodoh Kembali sebaik bahkan lebih baik dari menantuku dulu” lirih bu sri sambil menitikan air mata
Ya, bukan tanpa alas an bu sri ingin segera putranya tersebut mencari pengganti istrinya yang dulu, bukan karena Lelah menemani sang anak. Hanya saja, beliau tidak tega melihat sang anak setiap hari kedapatan murung dan tak jarang menangin Ketika melihat foto almarhumah mendiang istrinya itu. Sehingga bu sri sangat berharap ada sosok Wanita yang bisa membuat anaknya merasakan kebahagiaan Kembali. Terlebih si kembar juga masih membutuhkan sosok seorang ibu yang betul betul tulus menyayanginya. Beliau sangan khawatir bila dirinya tidak diberikan umur Panjang oleh Allah sementara putranya masih belum memiliki seorang ibu pengganti bagi si kembar. Memikirkannya nasibnya saja benar benar membuat bu sri sedih
Matahari pun sudah naik dari tempatnya menandakan waktusudah menunjukan sekitar jam setengah 7, sarapan sudah siap di meja makan. Pintu kamarpun terbuka menampilkan sosok pria tinggi, putih, berbadan tegap dan memiliki paras rupawan. Di dikuti oleh kedua insan mungil yang lucu yang sepertinya baru terbangun dari lelapnya tidur semalam
“waduh cucuk nenek sudah bangun, pada gosok belum ?” tanya sang nenek kepada kedua cucunya
“Sudah nek” jawab keduanya serempak
“wah pinter, kalau gitu ayo sarapan dulu yah” ajak sang nenek
Kemudian kegiatan sarapan pun terlaksana dengan penuh khidmat, tak jarang keempat insan tersebut bercanda kecil untuk mewarnai kegiatan sarapan pagi tersebut
“Nak, kamu berangkat jam berapa ?” tanya sang ibu kepada putranya
“sekitar jam 7 mah, soalnya nanti mulai kuliahnya jam 8” Jawab sang anak
“Alhamdulillah, untung kamu dapat rekomendasi beasiswa dari pak Kades, jadinya biayanya gak terlalu berat” Ucap bu Sri
“Iya mah alhamdulillah, kalau gak. Mungkin fahri udah kerepotan ngurus biaya masuk kuliahnya” ujar Fahri sambil beranjang dari tempat duduknya dan menyimpan piring di tempat pencucian
“sayang, baik baik yah sama nenek. Jangan nakal yah, kalian harus nurut apa yang nenek ucapkan. Abi pulangnya bakal agak soren, nanti kalau abi pulang tar di beliin makanan yang enak yah” ucap fahri sambil mengelus kedua pucuk kepala anaknya tersebut sambil diikuti kecupan di kening masing masing putra putrinya tersebut.
“Iya Abi, kita janji gak bakal nakal sama nurut ke nenek” kata azka sang anak laki lakinya
“emang abi kenapa pulangnya sore ?” kata azkia sang anak perembuannya
“abi mau sekolah lagi biar tambah pinter dong, kalian nanti mau dibawain apa ?”
“Mau Umi Baru aja abiii” ucap keduanya kompak
Fahri dan bu sri terkekeh Bersama karena ucapan si kembar tersebut dan secara tidak langsung ada rasa nyeri yang menyayat dalam hati keduanya..
“iya, doaian abi kalian supaya cepet cepet dapet umi baru yang baik, yang canti yang sholehah kaya umi kalian” ujar bu sri seraya memberikan kode kepada putrany tersebut
Fahri hanya geleng geleng kepala sambil tersenyum mendengan ucapan sang ibu tersebut. Pasalnya bukan tanpa alasan fahri belum menikah lagi, selain daripada baru setahun ditinggalkan oleh mendiang istrinya, dia juga masih sangat mencintai mendiang istrinya tersebut. Dia rasa akan sangat sulit untuk melupakan dan mencari pengganti mendinang istrinya yang sangat ia cintai. Bahkan fahri sempat berfikir untuk tidak menikah lagi untuk selamanya, saking cintanya terhadap mendiang istrinya tersebut
“yasudah, abi berangkat dulu yah sayang. Mah fahri berangkat dulu” ucapnya sambil menyalai ibunya dan berangkat menuju kampus dengan menggunakan motor Sport milinya
“Bismillah, semoga lancer…” lirihnya sambil mulai keluar dari pelataran rumahnya..
**********