“Aku minta tolong berikan surat ini kepada Tasa, orang yang biasa menjaga meja resepsionis,” ujar Siria.
“Baiklah, nanti saat bertemu akan segera kusampaikan kepadanya,” kata orang itu sambil tersenyum menerima surat dari Siria untuk Tasa.
Lalu, Siria kembali berkumpul dengan yang lainnya. “Aku sudah selesai menitipkan suratnya. Bagaimana jika kita berangkat sekarang? Aku takut kita ketinggalan kereta.”
“Ayo, lebih baik kita berangkat sekarang.” Zachary menanggapi.
Mereka berjalan dengan perlahan meninggalkan penginapan yang menemani beberapa hari ke belakang. Langit masih saja ditutupi awan kelabu yang sepertinya membuat Zachary beserta yang lainnya sedikit khawatir apabila akan turun hujan. Sambil berjalan, Julian terlihat menengok sekitarnya. Area warga biasa yang menjadi tempat pel