“Dia yang selingkuh, dia selingkuh sama adik temennya. Aku mau cerai.” Suara Dianty bergetar menahan tangis. Ia sudah lama menyimpan semuanya sendirian enggan menyakiti hati kedua orang tua nya, namun semakin lama, semakin ia menyimpannya sendiri, ia semakin tidak bisa menahan dirinya, ia terus kepikiran dengan perbuatan suaminya hingga berimbas pada pekerjaannya. Wanita paruh baya yang berdiri tak jauh dari Dianty diam cukup lama setelah mendengar ucapan anak sematawayang nya itu, kemudian ia mendekati Dianty menyentuh punggung putri nya itu pelan.
“Kamu jangan kebanyakan drama, mama tau kamu mau balik ke Fudhail kan, makanya kamu ngomong gini ke mama?” Bukannya mendapat dukungan atau apa, Dianty malah di sudutkan oleh mama nya sendiri. Ia menghela napas,