Walau pahit, Celine harus tetap pulang. Semangatnya yang membara untuk kembali ke rumah seakan runtuh begitu saja, perasaannya semakin kacau ketika Al terlambat menjemputnya di saat orang lain sudah di jemput oleh keluarga maupun pasangan mereka. Celine bisa saja pulang naik taxi, namun Al sudah terlanjur berjanji untuk menjemput dirinya, lagi pula Celine tidak mau terlalu menunjukan dirinya bahwa ia sedang marah, ia akan pelan-pelan melihat apa yang suaminya lakukan. Namun setiap kali ia mengingat bahwa Al dan Dianty bisa saja semakin dekat, semakin sakit pula hati Celine.
“Maaf sayang, mas lama, tadi sempat lihatin Cena di pindahin kamarnya.” Ucap Al sembari memasukan barang-barang milik istrinya ke bagasi mobil. Celine mengangguk, kemudian ia naik ke dal