“Hai.” Ucap Celine, sembari membuka pintu ruang rawat milik Cena. Semua mata tertuju pada dirinya, wajah Wika berbinar, menatap menantu nya yang sudah berhari-hari berada di luar kota.
“Celine sayang… ibu kangen banget sama kamu.” Wika langsung berdiri, menghambur memeluk menantunya, Celine tersenyum dan balas memeluk ibu mertuanya ibu.
“Celine juga bu.” Balas Celine, setelahnya Celine menghampiri Cena, keadannya jauh lebih membaik semenjak terakhir kali Celine melihatnya sebelum berangkat ke Surabaya. Walau selang-selang masih banyak yang terpasang di badannya, tapi dari raut wajah nya, Cena sudah jauh lebih mendingan.
“Lo udah baikan? Sekarang yang sakit tinggal apanya?” Tanya Celine, ia membelai rambut Cena, sesekali mengelus tangan wanita itu, memberikan kehangatan pada Cena.
Cena