"Bisa-bisa gue beneran gila!" Stella mengerang, ia merasakan otot tubuhnya kaBisaku karena sudah duduk selama lima jam lamanya. Bahkan mereka sengaja tidak diberikan makanan jika belum menemukan hipotesis dan perancangan untuk membuat serum kekebalan itu. Stella masih miris ketika mengingat berada bodohnya tempat ini untuknya.
"Tidak, sepertinya di sekolah sama aja. Ada Dater Liza yang juga berpikiran gila seperti mereka semua yang ada di sini. Bisa-bisanya nggak ada yang ikut menentang waktu gue kasih argumen? Gila lo pada!" teriak Stella di akhir dengan suara yang tidak terlalu besar. Sebagian dari mereka ada yang terlihat menatap tidak suka kepada Stella, sedangkan sebagian yang lain hanya menganggap Stella angin lalu dan tidak memperdulikannya.
"Gue laperr.. haus juga. Katanya acara