shk pov
perkenalkan aku hye kyo tepatnya song hye kyo ,aku warga negara asing walaupun aku lahir di korea semenjak aku berumur 10 tahun orang tua ku bercerai aku ikut ayahku tinggal di new york dan sekarang usiaku 30 tahun baru aku kembali ke sini, ini sudah 20 tahun berlalu ini seperti negara asing bagiku,kedatangan ku kesini untuk mengunjungi adikku moon chae woon adikku satu-satunya kami bersaudara tapi mengapa dia memakai marga moon ya semenjak berpisah dari ayahku, ibuku mengubah nama adikku memakai nama marganya.
sekitar 2 minggu yang lalu adikku meneleponku, menyuruhku datang mengunjunginya aku mengatakan aku akan datang 1 minggu setelahnya tapi karena aku mempunyai jadwal pekerjaan yang padat aku membatalkannya dan setelah itu adikku tidak menelpon lagi aku kira dia marah padaku. aku sebenarnya tidak mau datang karena aku benci mengingat kenangan buruk ,kembali kesini berarti aku harus kembali mengingat peristiwa buruk bagaimana keluargaku berpisah, bagaimana aku yang baru berumur 10 tahun bersama adikku yang baru berusia 5 tahun harus di paksa mengerti bagaimana kehidupan keluargaku yang sudah tidak harmonis ,bahkan mereka memisahkan kami. aku sering bertelponan dengan adikku sekedar memberi kabar, tapi untuk mengunjungi nya tidak,aku menolak bahkan aku tidak datang ketika dia menikah,yang aku tahu suaminya bernama song jong ki dia seumuran dengan ku dia lumayan tampan begitulah yang aku tahu sedikit dari adikku dan sekarang dia mempunyai anak bernama song hye na berusia 4 tahun.
aku segera menuju ketempat alamat yang dikirimnya kepadaku saat dia menyuruhku datang ,setelah aku keluar dari taxi yang mengantarku aku melihat desain rumah unik tempat hunian adikku ,ku langkahkan kakiku menuju pagar rumahnya ku gerakkan tanganku menekan bel yang ada disana, aku sedikit gemetar dan merasa gugup ya setelah sekian lama aku akhirnya akan segera bertemu dengannya adikku yang sangat ku sayangi .aku melihat seorang wanita paruh baya membukakan pintu untukku dia dengan ramah bertanya padaku siapa yang aku cari ,dengan senyum yang terukir di bibir ku aku memperkenalkan diriku "aku song hye kyo,aku mencari mcw adikku"aku melihat ekspresi berubah dari bibi itu, wajahnya berubah menjadi sendu akhirnya dia mempersilahkan aku masuk
aku sudah di ujung pintu memasuki rumah adikku ketika aku mendengar seperti suara sesuatu yang pecah, dan seorang anak perempuan yang berteriak.seketika itu juga si bibi berhambur masuk aku pun mengikutinya disana aku melihat seorang pria sedang memeluk seorang anak perempuan yang sedang terisak-isak menangis."aku ingin eomma appa,aku ingin eomma aku tidak ingin makan kalau bukan eomma yang menyuapkan ku,aku ingin eomma,,,"tampak dia berteriak di ujung kalimatnya pria yang memeluknya yang kini kutahu adalah appanya nampak menangis sambil terus menenangkan putrinya aku lihat si bibi juga tidak kuasa menahan tangisnya.
aku melihat dengan jelas wajah pria itu dan aku yakin dia adalah suami adikku mcw ,dan berarti yang menangis itu adalah keponakanku, "song hye na" nama itu langsung keluar dari mulutku sehingga membuat seketika mereka menatap ku,suami adikku dan keponakanku heran menatapku ya itu mungkin karena mereka tidak tahu siapa aku."siapa dia bibi?" Jong Ki seketika bertanya tentangku pada wanita paruh baya di samping ku yang ternyata adalah pembantu di rumah ini ,sebelum bibi bicara aku lebih dulu mengenalkan diriku."aku song hye kyo,kakaknya mcw"seketika aku melihat perubahan dari wajah pria itu dia memandangku dari atas kepala hingga kebawah ujung kaki ku,entah kenapa aku begitu gugup di pandang dia seperti itu rasanya tidak pantas dia memandang wanita lain seperti itu sementara dia sudah menikah dan lebih tidak pantas lagi aku adalah kakak iparnya.
tanpa mempedulikan pandangannya aku mendekat kepada mereka dan mendekat kepada keponakan ku wajahnya sangat cantik dan benar kata adikku wajahnya sedikit mirip dengan ku,dia mengatakan kepadaku kalau di saat hamilnya dia selalu memikirkan aku agar anaknya memiliku wajah cantik seperti ku, membuat ku tertawa padahal dirinya sendiri sangat cantik tapi dia mengatakan dia tidak secantik aku, bahkan dia terus terang mengatakan tidak pernah memperlihatkan foto ku pada suaminya dia takut kalau suaminya bisa jatuh cinta padaku,tapi aku mengatakan padanya jangan khuatir karena aku tidak tertarik pada pria korea.
"song hye na"aku dengan lembut memanggil nama keponakanku dia melihat kearahku aku tersenyum kepadanya dan dengan lembut mengusap kepalanya."bibi akan mengantarmu ketempat eomma,tapi kau harus makan"aku lihat jong ki memandangku tajam aku tidak peduli, lagi pula aku datang bukan untuk melihat dia, aku kesini ingin melihat adikku dan keponakanku."apa kau janji bibi?"aku mengangguk senang mendengar suara polosnya "ya bibi janji,tapi kau harus makan"dia menganguk "tapi bisakah kau menyuapkan aku bibi, biasanya eomma akan melakukannya tapi dia tidak di sini "aku tersenyum mendengar permintaanya pada ku , hati ku berdesir seperti jatuh cinta ya aku jatuh cinta pada keponakanku tidak seperti biasanya aku benci anak kecil, karena menurutku mereka sangat merepotkan tapi sekarang dengan keponakanku aku sangat menyukainya mungkin karena dia adalah darah daging adikku."tentu saja bibi akan menyuapkan mu"
aku melihat ke sjk bisakah kau mengambilkan makanannya aku melihat dia menarik nafas panjang dia tidak menjawab hanya menganggukan kepalanya,dan dengan segera dia mengambilkan makanan ke sebuah piring dan aku lihat bibi sedang membersihkan pecahan kaca .sjk memberikan nasi yang berisi dengan makanan aku segera mengambilnya tanpa sedikitpun melihatnya tapi aku bisa merasakan bahwa dia sedang memperhatikan ku,aku terus berujar dalam hatiku"dasar pria mata keranjang,,,melihat wanita sampai begitunya padahal adikku sangat cantik aku tidak bisa percaya adikku mengatakan bahwa dia adalah pria yang paling baik di dunia,andai saja dia tahu kelakuan suaminya.aihhh sudahlah yang penting adikku bahagia"
"aku dengan lihai menyuapkan keponakanku sambil bersenda gurau padanya dia terus tertawa,tidak sengaja aku memandang ke jong ki aku melihat dia tersenyum melihat kami . melihatnya tersenyum dug,dug,dug jantungku berdegup kencang karena dia sangat tampan senyumnya seperti menyihirku."ah kau gila hye kyo,dia suami adik mu"seketika aku menjadi gugup aku menutupinya dengan terus bersenda gurau pada keponakanku sambil terus menyuapkannya makan sampai-sampai makananya habis tidak tersisa.
"wah keponakan bibi hebat,kau pasti akan tumbuh besar"aku berkata sambil memujinya.sehabis itu dia menuntut janjinya ingin aku mengantar ketempat eommanya.aku pun tersenyum menunjukan jari jempolku kepadanya menandakan kata oke."tapi kau harus menganti baju mu,lihat kau sangat kotor"baiklah bibi tunggu sebentar aku akan menganti baju ku"dia segera berhambur pergi dari ruangan makan di susul oleh ahjumma setelah itu aku melihat ke jong ki sambi melipat tangan ku di dadaku.
"mengapa kau tidak mau mengantar nya kepada adikku?"dia hanya terdiam ku bisa melihat matanya berkaca-kaca."beri saja alamatnya aku akan pergi kesana menggunakan taxi"dia tetap diam ,membuat ku sedikit emosi melihat tingkahnya."sjk ada apa denganmu?"dia masih tidak bersuara aku akhirnya berteriak padanya."sjk tolong dengar aku"dan akhirnya dia bersuara "aku akan mengantar mu setidaknya ganti bajumu dengan lebih sopan"lalu dia meninggalkanku, aku melihat ke pakaianku menurutku tidak ada yang salah dengan yang aku gunakan.